Cegah DBD, Kodim Loteng Lakukan Fogging

Lombok Tengah – Untuk mencegah atau mengantisipasi terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan asrama, anggota Kodim 1620/Loteng, bersama Denkesyah Kota Mataram dan Dinas Kesehatan Kabupaten melakukan penyemprotan ( Fogging ) di lingkungan Asrama TNI-AD Gililebur, Kodim 1620/Loteng Jl. Gililebur Kelurahan Prapen Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Selasa (19/10/21).

Selain itu, petugas juga menyisir ke perumahan warga masyarakat sekitar yang berada di radius 100 meter dari asrama. Dipimpin oleh Danramil Praya, kegiatan Fogging di lakukan untuk melindungi semua anggota dan keluarganya maupun warga masyarakat sekitar dari serangan nyamuk Aedes aegypti.

Komandan Kodim 1620/Loteng, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan S. IP., melalui Danramil 01/Praya, Kapten Inf. Lukman., mengatakan fogging sangat perlu di lakukan, mengingat kondisi dimusim penghujan yang mana banyak terdapat genangan air tempat bersarangnya nyamuk. Oleh karenanya, salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah penyebarannya adalah dengan penyemprotan atau fogging.

“Kodim 1620/Loteng, melalui Koramil 01 Praya telah melakukan beberapa tindakan untuk menanggulangi bahaya demam berdarah. Dan sejauh ini upaya penanggulangan kondisi tersebut, salah satunya dengan melakukan fogging,” ujar Danramil.

Fogging dipercaya efektif sebagai upaya penanggulangan saat terjadi kasus kejadian luar biasa (KLB) atau wabah penyakit DBD di suatu daerah, yakni ketika populasi nyamuk dewasa sedang tinggi, Fogging dengan cepat menurunkan populasi nyamuk.

Efektivitas fogging (Pengasapan) untuk mengatasi DBD dilakukan sebagai salah satu metode pengendalian nyamuk Aedes aegypti. Biasanya kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan mesin yang dapat mengeluarkan asap berisi insektisida.

Insektisida inilah yang kemudian akan bekerja membunuh nyamuk dewasa penyebab menyebarnya penyakit DBD. Biasanya, insektisida yang digunakan ada beberapa jenis, meliputi malathion, cypermetrin, alfacypermetrin, pirimiphos-methyl, temephos, dan pyriproxyfen.

Meski demikian, pemberantasan nyamuk dewasa yang dilakukan lewat fogging ini tidak cukup efektif sepenuhnya dilakukan sebagai upaya pencegahan DBD secara keseluruhan. Karena nyamuk tetap menyisakan telur dan jentik atau larva.

Oleh karenanya, Danramil saat memantau langsung kegiatan mengajak untuk bersama sama senantiasa selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan sekitar.

“Marilah kita selalu menjaga kebersihan di lingkungan kita baik di perumahan maupun dilingkungan kantor. Dan selalu menjaga kebersihan diri serta kesehatan,” ungkapnya.

“Jangan sampai lingkungan disekitar kita kotor dan kumuh, marilah kita selalu melakukan hidup sehat dan bersih dengan cara selalu menjaga kebersihan,” Imbuhnya.

__Posted on
October 19, 2021
__Categories
News