Sukses Membawa Lombok Tengah ODF, Bupati Terima Piagam Penghargaan

Lombok Tengah – Deklarasi ODF Kabupaten Lombok Tengah dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur NTB. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah Lombok Tengah yang telah berupaya maksimal dalam pencapaian ODF/Stop Buang Air Besar Sembarangan, Tuntas Pilar 1 STMB. Pemerintah Provinsi terus mendorong untuk meningkatkan pembangunan fasilitas Sanitasi sehingga diharapkan kesehatan masyarakat terus meningkat di Kabupaten Lombok Tengah.

Suksesnya pencapaian STBM yang luar biasa ini menunjukkan komitmen dari Pemerintah Daerah dalam Visi LOMBOK TENGAH BERSATU JAYA untuk mencapai peningkatan kesehatan masyarakat dan sumber daya manusia di Kabupaten Lombok Tengah. Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, SIP menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap para pihak yang telah berupaya maksimal untuk pencapaian pilar 1 STBM ini. Tentunya ke depan tidak hanya sampai di sini saja namun harus ditingkatkan untuk tuntas 4 pilar lainnya yaitu pilar 2 cuci tangan pakai sabun (CTPS), pilar 3 pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pilar 4 pengelolaan sampah, pilar 5 pengelolaan limbah cair rumah tangga (IPAL).

Dalam acara Deklarasi ini, penyerahan piagam penghargaan diberikan oleh Wakil Gubernur NTB, Dr.Ir. Hj. Sitti Rohmi Djajilah, M.Pd kepada Bupati Lombok Tengah yang telah sukses membawa Lombok Tengah ODF. Selain itu juga, penyerahan penghargaan dilakukan oleh Bupati Lombok Tengah kepada 12 Camat dan 4 Kepala Desa yang telah tuntas 5 pilar STBM.  

Proses pencapaian STBM Pilar 1 telah dilakukan melalui kolaborasi para pihak. Pembangunan berbagai fasilitas Sanitasi, Pendampingan serta Penyadaran masyarakat oleh Bappeda, PUPR, Dinas Kesehatan, Sanitarian Puskesmas dan Instansi lainnya terus dilakukan dalam percepatan pencapaian Tuntas Pilar 1 STBM.

Upaya mendorong pencapaian STBM, pada tahun 2020-2021, Lembaga Transform bekerjasama dengan Yayasan Plan International Indonesia melaksanakan kegiatan WINNER Project (Women and Disability Inklusif wash and nutrition). Tujuannya adalah meningkatkan akses terhadap layanan air, sanitasi dan hygiene. Upaya ini merupakan bentuk realisasi untuk tercapainya target layanan universal akses air dan sanitasi tahun 2030 target SDG’s.

Dalam mendukung peningkatan akses STBM, Winner Project telah melakukan pelatihan dan monitoring STBM GESI (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang berkesetaraan Gender dan Inklusi). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sanitarian dan kader dalam pemicuan STBM GESI di masyarakat yang dilakukan di 40 desa. Selain itu juga dilakukan, monitoring kesetaraan Gender dan inklusi dalam sanitasi, Pelatihan pembuatan pembalut ramah lingkungan, Pendampingan sekolah terkait manajemen kesehatan menstruasi serta verifikasi Desa STBM.

Pelatihan STBM GESI dilakukan di 24 desa Pilot Proyek winner  yang dibagi dalam 3 zona, zona Selatan (pesisir pantai), Zona tengah (Urban), zona Utara (pegunungan/bukit). Masing-masing kecamatan diambil 2 desa yang menjadi pilot Project.Meningkatnya kemampuan fasilitator (Sanitarian, kader kesehatan, pemerintah kecamatan  dan Desa). Monitoring kesetaraan Gender dan inklusi dalam sanitasi dilakukan pada 5 Desa Pilot yaitu Desa Kopang, Marong, Menemeng, Darek dan Kuta. Meningkatknya pengetahuan komunitas melalui pelatihan pembuatan pembalut ramah lingkungan sehingga pelatihan ini mendorong terbentuknya wirausaha pembalut ramah lingkungan di Lombok Tengah.

Proses menuju pencapaian Pilar 1 STBM terus dilakukan melalui berbagai upaya diantaranya pembangunan WC Inklusi, Pelatihan Guru dan Sanitarian tentang  Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) GESI  dan MKM (Manajemen kebersihan Menstruasi) untuk Guru dan  sanitarian. Hasilnya guru dan sanitarian yang telah dilatih disekolah masing-masing dapat menjadi campion bagi komunitas di Sekolah. Selain itu juga adanya pendidik sebaya yang diharapkan dapat menjadi pioner bagi peningkatan Menajemen kebersihan Menstruasi (MKM) di sekolah.

Proses Verifikasi Desa STBM terus dilakukan dengan target 139 Desa di Kabupaten Lombok Tengah. Pada Senin, 15 November 2021, dilakukan Verifikasi Kabupaten Lombok Tengah Dinyatakan Tuntas Pilar 1 STBM Stop Buang Air Besar Sembarangan/ODF (Open Defecation Free). 4 Desa dinyatakan Lulus 5 Pilar STBMyaitu Desa Kopang Rembiga, Semparu, Bilabante dan Sisik. Penyerahan berita acara dilakukan oleh Tim Verifikasi Provinsi kepada Wakil Bupati Lombok Tengah.  

Kolaborasi para pihak yang sangat baik selama ini telah berhasil dalam mendorong upaya pencapaian Lombok Tengah sebagai Kabupaten ODF ke-3 di NTB. Deklarasi ODF Kabupaten Lombok Tengah pada hari ini menjadi motivasi untuk pencapaian 4 pilar STBM Lainnya sehingga Pada Tahun 2023, Kabupaten Lombok Tengah Tuntas 5 Pilar STBM.

__Posted on
November 17, 2021
__Categories
News