Pathul Bahri Kembali Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PMI Loteng

Lombok Tengah, – Untuk kedua kalinya Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Tengah. Pathul Bahri terpilih melalui Musyawarah Daerah PMI Kabupaten Lombok Tengah yang diselenggarakan di Ilira Hotel Rabu 29/12 dengan 13 suara dari 15 suara yang diperebutkan.

Proses pemilihan Ketua PMI berjalan landai. Tidak ada penantang dari Pathul Bahri untuk merebut organisasi kemanusiaan itu.

Pada pemilihan kali ini sebanyak 15 suara diperebutkan. 12 suara berasal dari masing-masing Kecamatan, sedangkan 3 suara berasal dari Forum Relawan, Pengurus PMI NTB dan satu suara lagi dari Ketua lama.

Tetapi Pathul Bahri hanya didukung 13 suara sementara 2 suara yang berasal dari suara Kecamatan justru tidak diusulkan menjadi calon yakni Kecamatan Praya Barat dan Kecamatan Batukliang Utara. Dengan 13 voter tersebut maka Pathul Bahri berhak menjadi Ketua PMI Kabupaten Lombok Tengah untuk kedua kalinya.

Selanjutnya nanti komposisi kepengurusan akan ditentukan oleh 7 orang anggota formatur yang dipimpin Ketua terpilih.

Ketua PMI Provinsi NTB H.Ridwan Hidayat yang membuka kegiatan Musda mengatakan dalam berbagai kegiatan PMI komitmen terhadap kemanusiaan seperti tahun 2010 berisi tentang memperbaiki hajat hidup masyarakat rentan melalui promosi prinsip nilai kemanusiaan, penanggulangan bencana, kesiapsiagaan penanggulangan bencana, kesehatan dan perawatan di masyarakat, Deklarasi Hanoi (United for Action) berisi penanganan program pada isu-isu penanggulangan bencana, penanggulangan wabah penyakit, remaja dan manula, kemitraan dengan pemerintah, organisasi dan manajemen kapasitas sumber daya serta humas dan promosi, maupun Plan of Action merupakan keputusan dari Konferensi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah ke-27 di Jenewa Swiss tahun 1999.

Dalam konferensi tersebut Pemerintah Indonesia dan PMI sebagai peserta menyatakan ikrar di bidang kemanusiaan.

Hal ini sangat sejalan dengan tugas pokok PMI adalah membantu pemerintah Indonesia di bidang sosial kemanusiaan terutama tugas-tugas kepalangmerahan yang meliputi: Kesiapsiagaan Bantuan dan Penanggulangan Bencana, Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Sukarelawan, Pelayanan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat, Pelayanan Transfusi Darah. Kinerja PMI dibidang kemanusiaan dan kerelawanan mulai dari tahun 1945 sampai dengan saat ini. Ridwan Hidayat berharap agar ketua terpilih nanti bisa mengembangkan lagi organisasi ini untuk kepentingan kemanusiaan.

Sementara itu Ketua PMI Kabupaten Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri sebelum pemilihan mengatakan proses pergantian dalam organisasi merupakan hal yang biasa terjadi yang terpenting bagaimana organisasi itu berjalan dengan baik sesuai harapan masyarakat. Bagi Pathul siapapun terpilih nanti organisasi ini harus tetap berkomitmen tinggi untuk kemanusiaan.

Diakuinya PMI telah banyak berkorban untuk masyarakat secara sukarela melalui kegiatan sosial, kegiatan tanggap darurat maupun kegiatan sosialisasi ke masyarakat terkait kesehatan dan kebencanaan.

Kondisi iklim yang kerap berubah ubah mengharuskan kepada PMI untuk siap menghadapi segala kemungkinan itu. Bencana kebakaran, tanah longsor, angin puting beliung dan banjir bisa terjadi setiap saat oleh karenanya relawan yang sudah dibentuk untuk selalu waspada mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Bupati Lombok Tengah itu juga berharap agar unit transfusi darah yang selama ini dibawah naungan Dikes bisa dikelola oleh PMI tentunya dengan mengacu kepada aturan yang berlaku. “Saya minta Dikes dan RSUD dapat memanfaatkan keberadaan PMI dalam misi kemanusiaan serta meminta agar UTD Darah bisa dikelola oleh PMI, silahkan cari aturan mainnya agar tak menyalahi aturan” pinta Bupati.

__Posted on
December 30, 2021
__Categories
News