Keluaraga Korban Minta Polres Loteng Segera Proses Kasus Dugaan Pemukulan Salah Satu Siswa SMK Hasanain

Lombok Tengah – Dugaan pemukulan Salah satu siswa SMK Al Hasanain Desa Beraim, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah inisial LAR masih menunggu proses Hukum. Sejak laporan yang di layangkan beberapawaktu lalu ke polres lombok tengah sampai saat ini pihak keluaraga korban belum mendaptkan perkembangan dari laporan yang sudah di layangkan tersebut.

Ayah Korban Lalu Rohme saat di konfirmasi wartwan lomboknesia.id di rumahnya selasa 15/11/1/2022 menyatakan laporan dugaan pemukulan terhadap anaknya sudah di laporkan. Namun sampai saat ini belum ada perkembangan kasus tersebut. Pihaknya meminta polres lombok tengah segera di proses. Karna laporan sudah lama masuk dan beberapa saksi sudah di panggil termasuk ayah korban.

“Kami heran aja kenapa sampai saat ini belum ada perkembangan dari laporan tersebut, sedangkan beberapa saksi sudah di panggil dan di mintai keterangan,”Ungkapnya.

Kalau memang hingga Satu pekan ke depan tetap saja tidak ada progres penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang dilaporkan ke Polsek Praya Tengah dan saat ini ditangani oleh bagian PPA Polres Loteng. Tidak menutup kemungkinan pihak keluarga korban akan menuntut keadilan dengan melaporkan kejadian dugaan pemukulan itu langsung ke KPAI di Jakarta.

“Kalau memang di Lombok Tengah tidak ada keadilan, saya akan langsung bersurat ke KPAI di Jakarta demi tegaknya keadilan,” ujarnya.

Pihak keluarga juga akan meminta pihak sekolah bertanggung jawaban karena dianggap lalai menjaga anaknya selama dititip megemban pendidikan di sekolah tersebut. Hingga kini, selama anaknya dirawat intensif di rumah Sakit Jiwa Mataram karena di duga mengalami gegar otak.

“Pihak sekolah tidak pernah menunjukkan bentuk keprihatinannya kepada korban selama di rawat di RSJ Mataram,”terangnya.

Kejadian pemukulan korban kali ini hingga harus melaporkan kasus ini ke Kepolisian merupakan kejadian pengeroyokan kedua kali yang dialaminya di sekolahnya.

Sebelumnya korban juga pernah mengalami pemukulan oleh pelaku yang sama namun waktu itu pihak sekolah mendamakan korban dan para pelaku. Dan saat perdamaian itu, para pelaku berjanji untuk tidak lagi mengulangi aksi pengeroyokan mereka dengan sangsi dilaporkan ke pihak Kepolisian jika kembali lagi melakukan aksi pengeroyokan kepada korban.

“Karena kejadian ini diulangi lagi oleh para pelaku, maka tindakan tegas dengan membawa ini ke jalur hukum harus kami lakukan,” tegasnya.

Dimana ayah korban menceritakan kronologinya, Kejadian dugaan pemukulan terjadi pada ahir bulan oktober 2022 yang lalu. Saat itu korban LAR ini sedang baris-berbaris di sekolahnya, korban memegang kepala mungkin kurang sehat. Guru menyuruh LAR  naik ke atas untuk istirahat dan disana diduga terjadi pemukulan. “Disana di duga terjadinya pemukulan terhadapa anaknya,”bebernya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Loteng, IPtu Riski Ridho Pratama belum bisa di dikonfirmasi ke kantornya belum berhasil di temui. Dikonfirmasi via WhatsApp pribadi miliknya juga belum berhasil dimintai konfirmasi.

Sementara Kepala SMK Hasanain Desa Braim Kecamatan Praya Tengah, Muhamad asyim azhari SH MH dikonfirmasi via Handphonenya menyatakan, pihaknya mengaku belum bisa memberikan keterangan karena masih dalam keadaan sakit. Nanti pihaknya akan menghubungi wartawan untuk memberikan keterangan atas isi yang berkembang diluar dimana pihak sekolah tidak bertanggung jawab atas aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh siswanya. “Nanti kita hubungi ya mas,” paparnya.

__Posted on
November 16, 2022
__Categories
News