Dialog Publik Kepedulian Pemuda dan Generasi Milenial dalam Menyongsong Pemilu 2024

Mataram,   – Dialog publik yang digelar bertemakan kepedulian pemuda dalam menghadapi pemilu 2024,  dilaksankan di Banum  caffe kota mataram yang dihadiri oleh 4 Orang Tokoh  yang terdiri dari 1 Tokoh Muda NTB Sueb Quri, (komisi informasi NTB ) dan 3  caleg muda perempuan , diantaranya caleg DPR RI  2 partai nasdem cucu purnamasari, dr. hj. Rita Siswati, dan Caleg Pratai Gerindra Rannya Kristiono (30/12/23)

Dialog publik yang diseleggarakan Perkumpulan Gerakaan Kebangsaan (PGK) DPD Mataram dalam rangka menyukseskan pemilu serentak  2024 nanti, dimana Pemilu tidak hanya menjadi tugas  pihak penyelenggara pemilu saja, namun juga menjadi tanggung jawab bersama masyarakat  dan rakyat  indonesia khususnya generasi millenial yang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dengan dorongan semangat yang cerdas  serta kritis  dari para pemuda harapan bangsa terhadap pemimpin pemimpin muda  masa depan dengan adanya  keberpihakan terhadap G-Milenial bila terpilih nanti menjadi wakil mereka di parlemen.

Peserta diskusi yang hadir dalam dialog publik ini terdirin dari perwakilan mahasiswa  dan pelajar dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah di kota mataram dan sejumlah perwakilan pemuda dari kabupaten se pulau lombok, masing masing  Nara Sumber dan Caleg diberikan kepsempatan untuk mempresentasikan gagasan masing masing tentang kepedulian Generasi Milenial terhadap dalam menyongsong dan berpartisipasi pada pemilu 2024

Sueb Quri ketua LTNU NTB yang juga Komisioner Komisi Informasi yang menajdi salah satu narausmber  dalam paparannya menyampaikan pemilu 2024 masih diwarnai dengan politik indentitas, sebagai alat menaikkan elektabilitas dan strategi meraup suara, bahkan banyak calon yang menggunakan berbagai cara untuk melanggengkan posisis nya untuk dapat memastikan diri terpilih menjadi legislator/wakil rakyat. anak muda dan generasi milenial bisa berkontribusi membantu para calon wakil rakyat untuk memenangkan pemilu, paparnya.

Sementara Rannya (Caleg DPRRI  partai Gerindra) dalam paparannya menyampaikan, bahwa generasi milenial atau generasi Z merupakan Generasi yang mempunyai pemilih cukup besar di NTB, dimana sebanyak  54,04% atau sebantak 2,1 juta jiwa pemiliah, sehingga generasi milenial yang cuykup cerdas harus benar benar  selektif dalam memilih calon legislatif dan anggota DPRD yang akan nantinya memimpin dai parlemen.

“Dimedia sosial banyak kita melihat bahwa pengguna media media sosial tersebut sebagian besar yang menjadi konsumennya atau yang menjadi user sebagiannbesar adalah dari generasi muda atau para milenial,sehingga tentunya dalam pemilihan 2024 nanti  generasi kita saat ini yang menjadi penentu masa depan bangsa  dan masyarkat kedepan”paparnya.

Selain itu Ranya juga dalam kesempatan tersebut menyempatkan waktu untuk berbagi tips tips dalam pemilihan 20204 nanti dengan bagaimana caranya sebelum memilih para  Generasi milenial melakukan pengecekan terlebih dahulu  apakah dirinya sudah termasuk dalam daftar pemilih di pemilu 2024 ini.

” tentunya dengan itu suara kita sebagai generasi milenial dapat tersampaikan  sehingga persentase golput nantinya akan lebih mudah ditekan” tambahnya lagi

kemudian tips Ranya , kita juga sebagai gerenari Z harus cerdas dengan  mengecek calon riwayat hidup para calon legistaltif yang nanti ikut berkompetisi di pemilu nanti, tentunya dengan  melakukan pengecekan tersebut para milenial dapat memilih calon pemimpin dan wakil wakil  terbaik mereka nanti di parlemen legislatif serta yang akan menentukan masa depan bangsa Indonesia kedepan.

Salah satu narasumber dari partai Nasdem caleg DPR RI  dapil NTB 2 (lombok) Cucu Purnamasari dalam kesempatan tersebut menyampaikan  bahwa  langkah awal untuk  menyukseskan pemilu 2024 ini adalah dnegan memberikan edukasi politik pada G-Milenial dan Gen-Z,  dengan meningkatkan  kesadaran awal generasi muda  untuk lebih aktif dalam setiap proses demokrasi  maupaun politik dengan memgunakan hak pilihnya,  bahkan juga bisa menjadi pemantau pemilu secara langsung agar pemilu  tetap mterlaksanakadengan aman.

“Memberikan edukasi pendidikan politik yang gencar dilakukan  bagi G-milenial dan Gen-Z  agar mampu memberikan motivasi positif nanti, sehingga  pemilih muda dapat termotivasi untuk datang ke TPS terdekat guna memberikan hak pilihnya bagi masa depan bangsa lebih baik kedepan”.ungkapnya.

Ditambahkan Kak Cucu  sapaan akrabnya bahwa  Pemilu serentak 2024 bukan hanya  menjadi tugas penyelenggara  pemilu saja namun juga menjadi tugas dan kewajiban masyarakat Indonesia khususnya G-Milenial dan Gen-Z, terbangun sikap  kritis dan peduli terhadap pembangunan lebih baik kedepan, dengan memilih para pemimpin dan wakil mereka  yang tentunya memiliki  gagasan, Value,  sense of crisis serta yang benar benar peduli bagi mereka generasi muda milenial ini.

“Bagi  generasi muda yang mempunyai  energi  yang sangat  besar, lebi lebih telah mengalami bonus Demografi, maka  jumlah pemilih muda dengan jumnlah pemilih sebesar  54,04%,   maka hal ini merupakan kesempatan  besar bagi anak muda guna memberikan  dan mengemban  dengan baik tanggung jawab  yang ditingalkan generasi sebelumnya,  jadi tidak ada istilah golput bagi generasi muda ,semua harus bisa berkontribusi serta berpartisipasi dalam pemilu 2024 ini.”tegasnya.

Gagasannya untuk memastikan anak muda dapat terlibat secara aktif dalam berpartisispasi di pemilu mendatang, dan sangat terbuka  bahkan penegasannya menitik tekan kan pada  tanggung jawab permilu 2024 ada pada  semua pihak termasuk anak muda generiasi milenial dan Gen-Z sebagai penerus estapet kepemimpinan di masa depan, tambahnya.

Kak cucu panggilan akrabnya kembali menekankan  bahwa gerenaris milenial harus tau dan memahami bahwa suara mereka sangatlah penting dalam menentukan  masa depan bangsa kedepan, pasalnya hal ini menurutnya harus diutamakan  sebab menentukan  pemimpin yang baik harus bener benar  pemimpin yang mengerti dan tau akan  keinginan dan aspirasi suara yang  dikehendaki pemilihnya dari gerenari muda milenial saat ini.

“harus ada keterlbatan  serta peran langusng generasi muda dalam pemilu 2024 nanti  dimana saya yakin  pemilih milenial saat ini meruypakan pemilih pemilih cerdas  dengan memilih dan mensaring isu isu  positif, dengan menjadikan pemimpin   yang  benar benar mempunyai kapasitas dan kapabilitas pemimpin mereka yang akan mereka pilih dan menjabat nanti”tambahnya.

Sementara Caleg DPRD kota Mataram dari Partai Nasdem dr.Rita Siswati dalam kesempatan tersebut juga menyampaikandalam memilih pemimpin nanti para generasi milenial harus  bisa   kembali ke rekam jejak para caon calon legislatif yang merepa pilih nanti, dari  apa yang mungkin pernah dia lakukan dan hasilkan selama ini untuk masyarakat, dengan memperbanyak berbagai diskusi  dengan masyarakat tentunya dengan para pemilihnya  dari para milenial.

” Ada istilah ordal atau orang dalam yang selama ini banyak menghasilkan kebijakan kebijakan yang kurang keberpihakan terhadap masyarakat, memalui pemilou 2024 nanti generasi milenial yang mempunyai 45,04% pemilihnya bisa memberikan andil dan perubahan bagi kebijakan pemerintah nanti.”tutupnya.

Dalam sesi tanya jawab masing masing nara sumber diberikan kesempatan untuk menjawab beberapa pertanyaan dari peserta diskusi dan mernyampaikan jawaban dalam perspektif masing masing caleg.

__Posted on
December 30, 2023
__Categories
News