Sejumlah Peternak Petelur Lombok Tengah Keluhkan Biaya Produksi tak sebanding Harga Pasaran

- Jurnalis

Kamis, 1 Februari 2024 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah – Peternak ayam petelur di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini sedang menangis , bagaimana tidak kondisi kelangkaan pakan ternak dan harga yang melonjak tinggi membuat para peternak telur ini geleng geleng kepala.Bagiamana tidak mahalnya serta kondisi kelangkaan pakan tersebut tidak sebanding dengan harga dan kualitas telur serta keuntungan yang didapat paternak dari hasil penjualan telur dipasaran yang turun.

Muhammad Ali S.Pd Ketua Forum Ayam Petelur Lombok Tengah mengungkapkan harga pakan campuran saat ini berkisar pada 8500/Kg lebih tinggi dari harga sebelumnya yang normal dari 6000/Kg.Sehingga lonjakan harga pakan hari ini cukup menjerat leher para peternak ayam petelur.

“ Dari kebutuhan pakan ayam perhari untuk 1000 ekor saja dibutuhkan sekitar 120 Kg, sehingga bila kita jumlahkan 8500X120=Rp.1.020.000 ini adalah untuk kebutuhan bulan februai ini” ungkapnya kepada media ini.

Sehingga melihat jumlah kenaikan harga pakan ternak dari waktu sebelumnya saat normal bila dibandingkan dengan saat ini berkisar sekitar 300.000 perhari, cukup memberatkan para peternak dari segi kemampuan biaya biaya beli pakan ternak, terumata bahan baku jagung bila dibandingkan dengan harga jagung saat ini berkisar 9.500 /Kg, jauh dari harga nomal sebesar 5000 /Kg.

Untuk mengatasi harga pakan yang tinggi yang tidak sebanding dengan kemampuan pembelian pakan ternak , maka banyak peternak ayam melakukan yang di afkir ( menjual indukan ayam sebab produski tinggi) di Lombok Tengah saja sudah mencapai 3000 ekor untuk bulan Januari 2024 ini, hal ini diakibatkan oleh karena ketidak mampuan peternak ayam telur tersebut dalam menjangkau harga pakan dari hasi jual telur.

Baca Juga :  Reses L.Abdusahid, Penataan Lingkungan dan Makam Jadi Harapan Warga Tombok

Diakui Muhammad Ali pihaknya sebelumnya banyak menggunakan pakan jagung. Akan tetapi, karena jagung langka maka para peternak ayam petelur ini sempat beralih ke dedak, namun karena harga bahan dasar dedak dari padi yang mahal maka membuat para peternak tersebut berfikir panjang lagi serta untuk kemmbali menggunakan pakan jagung.

“Harga telur saat ini masih diangka Rp 44.000 per tray mengalami penurunan harga yang sebelumnya harga normal Rp 50 .000 Pertray, sementara total populasi ayam petelur di Lombok Tengah sekitar 450.000 ekor, populasi yang cukup tinggi sehingga sangat disayangkan bila potensi populasi ayam petelur kita kurang diperhatikan oleh pemerintah.”imbuhnya.

Kondisi kelangkaan pakan seperti ini berpengaruh pada kualitas telur yang terus menurun, sementara, harga telur belum ada kenaikan sehingga keuntungan dari harga pasar telur tak sebanding dengan dengan biaya produksi yang dikeluarkan dan melonjak tinggi.

“ harga pakan belum berbanding lurus dengan hasil produksi, ini cukup mencekik kami sebagai masyarakat petani ternak petelur” tegasnya .

Sehingga harapan mereka pemerintah segera memeberikan solusi dan jalan keluar dalam mengatasi perasalahan yang sedang mereka alami terkait kelangkaan dan melonjaknya harga pakan jagung saat ini.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Lombok Tengah. Fajarudin.S.pt yang dikonfirmasi disela sela pertemuan dengan Forum Ayam Petelur Lombok Tengah tersebut mengakui persoalan kelangkaan pakan ternak selama beberapa minggu ini, tertama untuk pakan jagung saat ini ada yang mencapai Rp 9.500 perkilonya yang sebeumnya pada harga normal Rp 5000 per kilo gramnya.

Baca Juga :  PPNS optimalkan Peran Penegakan Hukum Kekayaan Intelektual di Daerah

Sehingga untuk mengatasi hal tersebut pihak Dinas Peternakan Loteng dalam pertemuan tersebut telah memberikan solusi dengan memberikan arahkan untuk meminta bantuan pemerintah dengan mengajukan permohonan bantuan subsidi pakan ke pemerintah.

Pemerintah dalam hal ini untuk mengatasi persoalan tersebut memiliki cadangan jagung yang bisa digelontorkan sesuai dengan kebutuhan peternak ayam petelur dan diakui Fajarudin para peternak ini juga tergabung dalam koperasi penerima program pakan jagung cadangan tersebut.

“nah itulah yang di lakukan pemerintah untuk mengatasi dan menstabilka kebutuhan akan kelangkaan pakan ternak ini melalui adanya jagung cadangan pemerintah, yang direncanakan akan disitribusika kepad peternak pada bulan ferbruari 2024” imbuhnya.

Ditambahkanya untuk mengantisipasi akan kebutuhan serta kecukupan akan prdusi dan harga petelur dalam kondisi kelangkaan saat ini pihak pemerintah akan mengindentifikasi berapa jumlah populasi dan produksi peternak yang ada sehingga pemerintah dapat mengatur kuota pemasukan dan kebutuhan yang ada dalam daerah.

“Kita sebagai pemerintah juga tidak terlalu apartis terhadap barang dari luar tetapi juga harus tahu, agar kebutuhan kita disini juga tercukupi sehingga jangan sampai kita menolak barang dari luar tetapi stock barang kita tidak punya sehingga konsumen pun ikut berteriak, itu yang harus kita jaga dan pasar harus tetap stabil terutama maslah harga telur produksi peternak kita” tutupnya.

Berita Terkait

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga
ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya
Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata
Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun
Isi Kampanye Terbuka, Calon Kades Pringgarata Arif Rahman Santuni Anak Yatim dan Lansia
Kemenhaj Dan DPR RI Komisi VIII Sosialisasikan Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji
Festival Budaya Pringgarata Dirangkaikan Deklarasi Pilkades Damai dan HUT Loteng

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:39 WIB

ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:38 WIB

BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun

Berita Terbaru