Tim Indonesia mendominasi gelar juara di Shell Eco-marathon Indonesia 2022

- Jurnalis

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah – Tim mahasiswa Indonesia meraih penghargaan terbanyak pada kompetisi Shell Eco-marathon Indonesia 2022 yang berakhir pada Sabtu, hari ini.

Kompetisi inovasi dan ide-ide cemerlang yang diselenggarakan selama lima hari ini, menampilkan 47 tim mahasiswa dari sembilan negara untuk menguji mobil hemat energi rancangan mereka di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kompetisi ini diselenggarakan di Indonesia untuk pertama kalinya, dengan tim mahasiswa yang bersaing dalam dua kategori utama: kendaraan Prototype dan UrbanConcept serta tiga sumber energi untuk setiap kategori.

Dua puluh tiga penghargaan diberikan untuk kategori on-track dan off-track. Hadiah off-track diberikan sebagai penghargaan atas keterampilan di luar kinerja tim di lintasan.

Jarak tempuh terbaik untuk Shell Eco-marathon Indonesia 2022 diraih oleh Tim Nakoela dari Universitas Indonesia pada kategori Prototype yang berhasil menempuh jarak 905,2 kilometer per liter (km/l), yang setara dengan jarak berkendara dari Lombok ke Semarang, Jawa Tengah.

Pemenang lainnya adalah SEMAR PROTO UGM dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan hasil 586,9 kilometer per kilowatt hour (km/kWh) pada kategori baterai listrik, dan Apatte Elang Perkasa Tim 2 dari Universitas Brawijaya dengan hasil 361,2 kilometer per meter kubik (km/m3) dalam kategori sel bahan bakar hidrogen.

Baca Juga :  Kanwil Kemenkumham NTB Hadiri Seminar Indeks HAM, Dukung Penuh Peningkatan Kualitas HAM di Indonesia

Untuk UrbanConcept, rekor jarak tempuh terbaik untuk kategori mesin pembakaran dalam atau Internal Combustion Engine (ICE) adalah 544,2 km/l yang dicapai oleh Garuda UNY Eco Team dari Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia.

Pemenang lainnya antara lain tim Arjuna dari Universitas Indonesia, dengan hasil 194,2 km/kWh di kategori baterai listrik, dan TP ECO FLASH dari Temasek Polytechnic Singapura dengan hasil 137 km/m3 di kategori bahan bakar hidrogen.

“Memenangkan kompetisi Shell Eco-marathon 2022 merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan, menantang, dan spesial untuk kami. Kami bekerja paling tidak lima jam perhari selama enam hari per minggu dalam waktu setahun ke belakang untuk mempersiapkan kompetisi ini,” ungkap Adzim Mardiansjah, General Manager dari Tim SEMAR PROTO UGM, pemenang kategori Prototype dengan sumber energi baterai elektrik dan juara kedua dalam kategori UrbanConcept berbahan bakar ICE. “Kami senang semua kerja keras kami tidak sia-sia dan berharap tahun depan bisa mencapai target yang lebih besar.”

Baca Juga :  Menko Marves : WSBK Pulihkan Ekonomi NTB

Kompetisi off-track memberi penghargaan bagi lima kategori, antara lain keselamatan perjalanan, desain kendaraan untuk Prototype dan UrbanConcept, inovasi teknis, keselamatan dan penghargaan kategori Spirit of the Event. Para pemenang merupakan tim-tim dari Singapura, Filipina, India dan Indonesia.

Shell Eco-marathon Indonesia 2022 tidak hanya memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat mereka di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), tetapi juga menantang mereka, terutama di tingkat universitas di seluruh dunia, untuk merancang dan mengembangkan kendaraan ultra hemat energi untuk mewujudkan mobilitas masa depan yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

Norman Koch, Global General Manager dari Shell Eco-marathon mengatakan, “Para mahasiswa ini telah bekerja tanpa lelah untuk mengembangkan solusi energi yang berkelanjutan dan lebih bersih untuk mengatasi tantangan energi yang kita hadapi saat ini. Sangat menyenangkan melihat para mahasiswa mengikuti Shell Eco-marathon untuk mendorong batas-batas dalam hal keterampilan desain, teknologi, dan keahlian teknis, baik di dalam maupun di luar lintasan, untuk mencapai garis finish.

Berita Terkait

Debut Mengaspal di Sirkuit Pertamina Mandalika, Valentino Rossi Pantau Pengembangan Pelumas Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy
Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy Kembali Perkuat Pembinaan Pembalap Muda  Indonesia di Mandalika
Komentator MotoGP Dari Belanda Guido Fenneman : Mencoba Sirkuit Mandalika. Bagus
Pemberhentian Ahli Gizi Disebabkan Akumulasi Masalah Kinerja, Bukan Semata-mata Karena Menu Ubi
MGPA Hadiri Peluncuran Monster Energy Yamaha MotoGP 2026 di Jakarta
RSUD Praya Perkuat Kerjasama Dengan FK Universitas Bumi Gora
InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia
Optimalkan Layanan Rujukan, Kadinkes Lombok Tengah Tinjau Fasilitas Rumah Singgah di Bali

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:32 WIB

Debut Mengaspal di Sirkuit Pertamina Mandalika, Valentino Rossi Pantau Pengembangan Pelumas Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:16 WIB

Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy Kembali Perkuat Pembinaan Pembalap Muda  Indonesia di Mandalika

Senin, 26 Januari 2026 - 11:39 WIB

Komentator MotoGP Dari Belanda Guido Fenneman : Mencoba Sirkuit Mandalika. Bagus

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:32 WIB

Pemberhentian Ahli Gizi Disebabkan Akumulasi Masalah Kinerja, Bukan Semata-mata Karena Menu Ubi

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:04 WIB

MGPA Hadiri Peluncuran Monster Energy Yamaha MotoGP 2026 di Jakarta

Berita Terbaru