Lombok Tengah – Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran Hadits (MTQH) dan Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) di Pringgarata berhasil mencetak sejarah baru dalam hal kebersihan lingkungan.
Acara yang berlangsung di Lapangan Umum Kecamatan Pringgarata tersebut, Pemerintah Kecamatan Pringgarata secara resmi melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
Selama lima malam berturut-turut, lapangan umum tempat berlangsungnya acara terpantau bersih total tanpa sampah sedikit pun yang tersisa setiap malamnya.
Ketua Panitia MTQH Ke-XXXII dan LASQI 2026, Lalu Kholif Saputra, S.STP, menyampaikan fenomena langka dalam acara massal ini menuai apresiasi mendalam dari para pengunjung dan tokoh masyarakat setempat.
“Sepanjang sejarah penyelenggaraan acara besar di wilayah tersebut, ini menjadi momen pertama kalinya sebuah festival keagamaan berskala besar sukses menyisakan nol sampah (zero waste) di area publik,” ucap Lalu Kholif Saputra saat ditemui di kantor Kecamatan.
Ia menambahkan bahwa pencapaian luar biasa ini tidak lepas dari tingginya kesadaran masyarakat serta kedisiplinan para pelaku UMKM dalam menjaga kebersihan lapak masing-masing. Panitia menerapkan sistem pemantauan berkala dan menyediakan fasilitas kantong sampah di setiap sudut strategis lapangan.
Langkah proaktif ini terbukti efektif mengubah wajah festival yang biasanya identik dengan tumpukan sampah menjadi sebuah pelopor gerakan ramah lingkungan di tingkat kecamatan.
Keberhasilan program zero waste pada MTQH XXXII dan LASQI XXIX Pringgarata 2026 ini diharapkan dapat menjadi role model atau percontohan bagi kegiatan serupa di masa.
Melihat potensi dan kepedulian warga yang begitu tinggi terhadap lingkungan, muncul harapan besar agar lapangan umum Pringgarata mendapatkan perhatian lebih dari pihak terkait di masa depan.
Penataan fasilitas yang lebih baik dan estetis diharapkan dapat segera direalisasikan agar lapangan tersebut menjadi semakin indah dan elok dipandang.









