Lombok Tengah – Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, meraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Optimalisasi Program Pengentasan Kemiskinan pada ajang detikBali-Nusra Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Daerah Lombok Tengah (Loteng) menekan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lombok Tengah terus mengalami penurunan. Pada 2025, persentase kemiskinan ekstrem tercatat sebesar 1,39 persen atau berkurang sekitar 13 ribu jiwa. Sementara pada 2026, angkanya kembali turun menjadi 0,72 persen atau sekitar 8 ribu jiwa dari total penduduk sekitar 1,1 juta jiwa.
Capaian tersebut merupakan hasil berbagai program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan Pemda Loteng di bawah kepemimpinan Bupati Lalu Pathul Bahri dan Wakil Bupati HM Nursiah melalui pendekatan yang terintegrasi, berbasis data, dan tepat sasaran.
Sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), HM Nursiah mengoordinasikan pemutakhiran data kemiskinan, memperkuat sinergi lintas organisasi perangkat daerah, serta mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan, mulai dari APBD, dukungan Baznas hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Usai menerima penghargaan, HM Nursiah mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemda Loteng.
“Terima kasih kepada penyelenggara yang telah memberikan penghargaan kepada kami. Keberhasilan menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Loteng merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemda Loteng bawah kepemimpinan Bapak Bupati Lalu Pathul Bahri,” ujarnya.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemda untuk terus memperkuat berbagai program percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengabdi dan menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, Pemda Loteng menargetkan angka kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga mencapai nol persen pada 2029. Meski menjadi salah satu daerah dengan persentase kemiskinan ekstrem terendah di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
“Pngentasan kemiskinan tetap menjadi prioritas pembangunan karena jumlah penduduk yang besar membuat angka kemiskinan ekstrem secara absolut masih memerlukan perhatian dan intervensi berkelanjutan,” tandasnya.









