MGPA dan Gekrafs NTB Perkuat Kolaborasi Official Merchandise MotoGP 2026, Dorong UMKM Lokal Mendunia

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat kolaborasi dalam pengembangan official merchandise lokal untuk penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

MGPA dan Gekrafs NTB melakukan penandatanganan kerjasama official merchandise MotoGP pada Sabtu (22/8/2026) di Pertamina Mandalika International Circuit. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan lebih banyak ruang bagi pelaku ekonomi kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) NTB untuk mengambil manfaat dari gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 9-11 Oktober 2026 mendatang. Kolaborasi ini tidak sekadar diarahkan pada penyediaan produk suvenir, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah melalui ajang olahraga otomotif berkelas dunia.

Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menyampaikan optimisme bahwa penyelenggaraan MotoGP 2026 akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal. Optimisme tersebut salah satunya ditopang oleh kehadiran dua pembalap lokal atau local hero yang diyakini dapat meningkatkan daya tarik balapan dan mendorong lebih banyak masyarakat datang langsung ke Mandalika.

“Tahun ini pelaku ekonomi kreatif pasti akan lebih bersemangat karena kita punya dua local hero yang bisa menjadi magnet untuk penonton hadir lebih banyak. Kita punya Veda, pembalap yang sangat fenomenal, dan itu adalah andalan kami untuk menghadirkan lebih banyak lagi penonton,” ujar Ananda.

Baca Juga :  Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional, HIPMI NTB bersama Bank NTB Syariah Gelar Literasi Keuangan Syariah dan Forum Bisnis UMKM

Menurut Ananda, peningkatan jumlah penonton memiliki hubungan langsung dengan potensi pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan Mandalika. Semakin banyak wisatawan dan penonton yang datang, semakin besar pula peluang bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, akomodasi, kuliner, hingga perdagangan produk lokal untuk memperoleh manfaat dari penyelenggaraan MotoGP.

“Dampak dari banyaknya penonton pasti akan dirasakan langsung oleh pelaku ekonomi kreatif dan UMKM. Insyaallah tahun 2026 ini kita optimis penonton yang hadir di Mandalika lebih banyak dan dampaknya positif,” katanya

Kolaborasi MGPA dan Gekrafs NTB juga diarahkan untuk menjadikan merchandise sebagai salah satu medium promosi produk kreatif daerah. Produk yang dihasilkan UMKM lokal berpeluang mendapatkan eksposur yang lebih luas seiring dengan tingginya perhatian publik terhadap penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.

MGPA bahkan menyiapkan strategi promosi dengan melibatkan pembalap dunia. Dalam sejumlah kegiatan promosi seperti rolling thunder atau aktivitas sejenis, para pembalap dari kelas MotoGP, Moto2, dan Moto3 akan diimbau untuk mengenakan merchandise yang diproduksi oleh UMKM lokal.

“Itu bagian dari strategi kami. Nanti pada saat ada rolling thunder atau acara promosi serupa, kita akan mengimbau pembalap MotoGP, Moto2, dan Moto3 untuk memakai merchandise  lokal dari kami,” jelas Ananda.

Strategi tersebut berpotensi memberikan nilai promosi yang lebih tinggi bagi produk lokal. Ketika dikenakan oleh pembalap internasional dalam rangkaian aktivitas MotoGP, produk UMKM NTB tidak hanya tampil sebagai suvenir bagi penonton, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas.

Baca Juga :  Poltekpar Lombok Dorong Promosi Mandilaka Road To Moto GP 2022 Melalui Bimtek Kepariwisataan kepada Media

Namun, MGPA menegaskan bahwa produk yang nantinya dikenakan oleh pembalap internasional harus melalui proses kurasi. Hal ini berkaitan dengan aspek komersial penyelenggaraan MotoGP dan keterlibatan MotoGP Sports Entertainment Group sebagai pemegang hak komersial.

Karena itu, pengembangan official merchandise tidak hanya berkaitan dengan kemampuan produksi UMKM, tetapi juga harus memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku dalam penyelenggaraan ajang MotoGP.

Sementara itu, terkait lokasi stan atau titik penjualan merchandise UMKM di kawasan sirkuit, MGPA belum dapat menyampaikan rincian tata letaknya. Desain dan penempatan area komersial masih dalam tahap penyesuaian dan pematangan secara keseluruhan.

Ketua DPW Gekrafs NTB, Yeyen Seprian Rachmat, mengatakan pelaku ekonomi kreatif di NTB pada dasarnya telah memiliki kemampuan produksi yang semakin baik untuk memenuhi kebutuhan merchandise .

Menurut dia, sejumlah proses produksi seperti pencetakan, jahit, dan pengerjaan produk lainnya sudah dapat dilakukan di NTB. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan keterlibatan UMKM lokal dalam momentum MotoGP Indonesia.

“Untuk pengerjaan cetak, jahit, dan sebagainya, itu sudah dapat kita produksi di sini (NTB). Memang sekarang targetnya adalah bagaimana volume yang terjual itu semakin besar,” kata Yeyen.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tantangan UMKM NTB saat ini tidak semata-mata terletak pada kemampuan menghasilkan produk. Kapasitas produksi secara bertahap telah berkembang, tetapi persoalan berikutnya adalah bagaimana produk tersebut dapat terserap pasar dalam jumlah yang lebih besar.

Berita Terkait

Tawarkan Pengalaman Unik bagi Penonton,  ITDC Hadirkan Camping Ground Pertama di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Rumah Adat Sade Terbakar, Kodim 1620/Loteng Turun Langsung Bantu Warga kebakaran
Kapolresta Loteng Dampingi Kapolda NTB Tinjau Langsung Kebakaran Dusun Sade di Pujut
Diskominfo Lombok Tengah Perkuat Sinergi dengan BSSN dalam Pengamanan Ruang Siber
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Meriah dan Penuh Keakraban, Kecamatan Pringgarata Gelar Gala Dinner Pembubaran Panitia dan Pelepasan Anggota Paskibraka HUT RI ke-81
Pemkab Lombok Tengah Targetkan Kemiskinan Turun Jadi 10,30 Persen pada 2026
Kompak, Camat dan Kapolsek Pringgarata Lepas Ribuan Peserta Gerak Jalan Umum HUT RI 81

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:18 WIB

Tawarkan Pengalaman Unik bagi Penonton,  ITDC Hadirkan Camping Ground Pertama di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Rumah Adat Sade Terbakar, Kodim 1620/Loteng Turun Langsung Bantu Warga kebakaran

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Kapolresta Loteng Dampingi Kapolda NTB Tinjau Langsung Kebakaran Dusun Sade di Pujut

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:57 WIB

MGPA dan Gekrafs NTB Perkuat Kolaborasi Official Merchandise MotoGP 2026, Dorong UMKM Lokal Mendunia

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:44 WIB

Diskominfo Lombok Tengah Perkuat Sinergi dengan BSSN dalam Pengamanan Ruang Siber

Berita Terbaru