Kinerja Pansus Covid-19 DPRD Loteng Mengecewakan

- Jurnalis

Selasa, 29 Desember 2020 - 00:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah – Direktur Lombok Update Dan Lembaga pemerhati kebijakan Publik M Samsul Qomar Melalui press releasenya menyatakan, Kinerja Panitia Khusus (Pansus) DPRD Loteng tidak sesuai Harapan Rakyat Lombok Tengah, pasalnya Pansus tersebut tidak menghasilkan apa apa malah sudah bubar di tengah jalan.

Sungguh ini preseden buruk bagi kinerja anggota dewan kita, ini sejarah kelam kok bisa pansus bubar jalan dan tidak ada hasilnya , malu saya baca beritanya. Semestinya apapun keadaannya pansus yang tadinya bertujuan untuk membuka tanda tanya masyarakat akan penggunaan dana Covid 19 kemana arahnya dan untuk apa saja puluhan miliar APBD Loteng kandas dan mubazir.

“Kalau melihat siapa yang salah tentu semua pansus itu salah karena mereka gagal menyelesaikan tugas mereka dan membawa aspirasi masyarakat terkait soal Covid 19 di Loteng.
Ini sekali lagi menyedihkan sekaligus mengecewakan, Sikap pimpinan pansus yang mundur di tengah jalan juga kita pertanyakan karena pak Legewarman itu tidak pernah menjelaskan kenapa dia mundur karena apa dan bagaiamana rakyat di ajak main teka teki dan tebak tebakan sikap ini tidak elok dan memalukan jika tidak di buka ke publik,”tegasnya.

Baca Juga :  Event ITDC Sepanjang 2025:  Ekonomi Bergerak, Destinasi Menguat

Jika Legewarman tak mau jujur kita dorong ketua Pansus Suhaimi untuk membeberkan kenapa pansus ini sampai bubar jalan dan tidak ada hasilnya, padahal kita menunggu dengan harapan bisa membuka tabir gelap pengunaan puluhan miliar uang rakyat.

SQ menambahakan Jika kemudian rakyat saat ini membangun opini sendiri atas kinerja pansus maka saya tidak salahkan karena mereka tidak puas dengan kinerja wakil mereka di DPRD Loteng. Pasti akan ada dugaan macam macam inilah masuk anginlah itulah dan itu sebuah spekulasi publik yang merasa di bohongi okeh statemen pak lege dan kawan kawan sebelum pansus terbentuk.

Baca Juga :  Bupati Beberkan Keberhasilan Pembangunan Lombok Tengah

“Ingat sekali kita , bagaimana pak lege berapi api untuk, Membentuk pansus mungkin niatnya baik tapi ketika sudah berjalan bisa saja niatnya berubah atau ada kecelakaan di tengah jalan , jadi kayak lagu ini kau yang mulai kau yang mengakhiri. Harusnya, secara gentelman Lege harus membuka ada apa sebenarnya jangan setelah paripurna kemudian dia mengolok pansus yang dia inisasi sendiri dengan sindiran lucu dan lainnya”katanya.

Semoga tidak ada lagi pansus yang berakhir tragis begini, ke depan lebih baik jangan sedikit sedikit buat pansus tapi tidak serius ini kan saman dengan PHPin rakyat saja,”tutupnya.(red)

Berita Terkait

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga
ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya
Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata
Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun
Isi Kampanye Terbuka, Calon Kades Pringgarata Arif Rahman Santuni Anak Yatim dan Lansia
Kemenhaj Dan DPR RI Komisi VIII Sosialisasikan Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji
Festival Budaya Pringgarata Dirangkaikan Deklarasi Pilkades Damai dan HUT Loteng

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:39 WIB

ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:38 WIB

BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun

Berita Terbaru