BANK Dunia Akan Kembangkan Jagung dan Ayam di Kabupaten Lombok Tengah

- Jurnalis

Jumat, 10 Desember 2021 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah, – Efek domino dari adanya Sirkuit Mandalika berimbas kemana mana. Tidak hanya berjubelnya investor masuk berinvestasi di Kabupaten Lombok Tengah, kini Bank Dunia juga tertarik untuk mengembangkan ayam dan jagung terintegrasi di Kabupaten Lombok Tengah.

Word Bank akan bantu pengembangan jagung dan ayam di Kabupaten Lombok Tengah, karena itu Bank Dunia akan mengucurkan puluhan milyar untuk pengembangan Ayam dan Jagung.

Untuk Jagung dan pengembangan Ayam sendiri, Bank Dunia akan mencoba tiga kecamatan sebagai pilot project yakni Kecamatan Praya Tengah, Praya Timur dan Kecamatan Praya. Tiga Kecamatan ini diharapkan akan menjadi model percontohan sebelum dikembangkan ke kecamatan lainnya.

Sedangkan untuk luas lahan belum diketahui termasuk juga berapa ekor ternak per kelompok binaan. Pihak Bank Dunia masih melakukan survei lapangan terkait program tersebut. “Sekarang masih tahap penjajakan, sedang disurvei luas lahan yang akan digunakan termasuk juga berapa ekor Ayam yang akan diberikan” ujar Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Tengah L.Wiranata usai menerima Bank Dunia di Kantor Bupati Jumat 10/12.

Baca Juga :  Cegah Pemanasan Global, Bupati Fauzan Ajak Guru dan Siswa Sekolah Naik Sepeda dan Hijaukan Sekolah

Miq Wink sapaan akrabnya mengatakan kehadiran Bank Dunia di Kabupaten Lombok Tengah sangat dinanti nantikan oleh pemerintah sebab sudah lama Bank Dunia tidak masuk ke Lombok Tengah. Untuk program ini sendiri, Bank Dunia akan merencanakan selama 5 tahun.

Pola pemberian bantuan dari Bank Dunia sendiri masih belum jelas apakah bersifat kredit lunak ataukah gratis sebab pembicaraan kearah itu belum dilakukan. Yang pasti kehadiran Bank Dunia sangat diharapkan.

Sementara itu Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri mengatakan pemerintah daerah sangat respek dengan rencana Bank Dunia tersebut sebab akan berdampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat. Dengan adanya bantuan tersebut maka kelompok tani dan peternak akan semakin sejahtera.

Pemerintah daerah sendiri tentu sangat mendukung program Bank Dunia itu karena itu sebagai bentuk dukungan pihaknya telah menyiapkan lahan untuk pengembangan jagung dan ternak unggas tersebut. “Saya perintahkan kepada Sekda, Pertanian dan Bappeda untuk mengawal dan menfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan dari Bank Dunia tersebut, pada prinsipnya kami tunggu petunjuk dari Bank Dunia” kata Bupati.

Baca Juga :  Resmikan Pabrik Teh Kelor, Gubernur NTB Gaungkan Semangat Industrialisasi

Rombongan Bank Dunia sendiri diterima langsung Bupati Lombok Tengah, Wakil Bupati, Sekda, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bappeda dan sejumlah Pejabat lainnya.

Menurut Bupati, Jagung dan Ayam akan diintegrasikan. Keduanya saling membutuhkan satu dengan yang lain. Jagung diharapkan akan menjadi pakan bagi Ayam sehingga tidak lagi membeli dari luar. Dengan adanya Jagung maka kebutuhan pakan akan tercukupi.

Keberadaan Sirkuit Mandalika akan berdampak besar bagi perkembangan pariwisata di Kabupaten Lombok Tengah. Jika pariwisata maju tentu kebutuhan daging juga akan meningkat. Karena itu Bank Dunia melihat potensi pengembangan jagung dan Ayam cukup besar.

Lalu apa saja syarat mendapatkan bantuan, Bupati mengatakan syarat umum adalah memiliki kelompok yang sudah tercatat di Dinas Pertanian. Untuk sementara masih menggunakan kelompok yang sudah ada namun itu masih belum dibahas lebih lanjut. “Yang penting Bank Dunia mau bantu kita itu yang kita syukuri terlebih lagi se-Indonesia hanya 9 Kabupaten yang di bantu dan kita satu satunya di NTB untuk sementara ini” jelas Bupati.

Berita Terkait

Debut Mengaspal di Sirkuit Pertamina Mandalika, Valentino Rossi Pantau Pengembangan Pelumas Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy
Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy Kembali Perkuat Pembinaan Pembalap Muda  Indonesia di Mandalika
Komentator MotoGP Dari Belanda Guido Fenneman : Mencoba Sirkuit Mandalika. Bagus
Pemberhentian Ahli Gizi Disebabkan Akumulasi Masalah Kinerja, Bukan Semata-mata Karena Menu Ubi
MGPA Hadiri Peluncuran Monster Energy Yamaha MotoGP 2026 di Jakarta
RSUD Praya Perkuat Kerjasama Dengan FK Universitas Bumi Gora
InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia
Optimalkan Layanan Rujukan, Kadinkes Lombok Tengah Tinjau Fasilitas Rumah Singgah di Bali

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:32 WIB

Debut Mengaspal di Sirkuit Pertamina Mandalika, Valentino Rossi Pantau Pengembangan Pelumas Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:16 WIB

Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy Kembali Perkuat Pembinaan Pembalap Muda  Indonesia di Mandalika

Senin, 26 Januari 2026 - 11:39 WIB

Komentator MotoGP Dari Belanda Guido Fenneman : Mencoba Sirkuit Mandalika. Bagus

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:32 WIB

Pemberhentian Ahli Gizi Disebabkan Akumulasi Masalah Kinerja, Bukan Semata-mata Karena Menu Ubi

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:04 WIB

MGPA Hadiri Peluncuran Monster Energy Yamaha MotoGP 2026 di Jakarta

Berita Terbaru