Hadir Penutupan Survey Akreditasi Rumah Sakit Jiwa, Ini Pesen Gubernur NTB

- Jurnalis

Kamis, 24 November 2022 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lomboknesia —Rumah Sakit dalam menjamin mutu pelayanan yang baik dan keselamatan pasien harus dibuktikan melalui akreditasi. Akreditasi tersebut dilakukan dengan mengajukannya kepada Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berpesan bahwa tidak perlu akreditasi paripurna atau penghargaan paling tinggi oleh Rumah Sakit Jiwa (RSJ) kalau karyawannya tidak bahagia, untuk apa akreditasi hebat paripurna kalau hidup di bawah kepemimpinan yang penuh tekanan.

Hal tersebut disampaikannya ketika menghadiri dan memberikan sambutan pada pelaksanaan Penutupan Survey Akreditasi KARS sesuai STARKES (Standar Akreditasi RS Kemenkes) 2022 di Aula RSJ Mutiara Sukma pada Rabu (23/11).

Baca Juga :  Perkuat Kerja Sama Pelayanan Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara, Pemkab Loteng Teken MoU dengan Kejaksaan

“akreditasi tidak apa-apa biasa-biasa saja tetapi this is the second home for all of us”, tutur Bang Zul, sapaannya.

Selanjutnya, Bang Zul menambahkan bahwa hal ini penting dimana puncak kebahagiaan seseorang bukan pada tingginya jabatan yang dimiliki tetapi puncak kebahagiaan dan kesuksesan adalah ketika tidak bisa membedakan ketika orang itu sedang bekerja atau bermain.

“kalau ibu-ibu datang ke kantor merasa terbebani dan berat berarti tidak nyaman dengan pekerjaannya, tapi kalau kita merindukan ke kantor itu baru sukses pimpinannya”, pungkasnya.

Baca Juga :  Ini Arahan Presiden Dalam Rakornas Penanggulangan Bencana

Menutup kegiatan tersebut, Gubernur NTB memberikan selamat kepada para pemimpin Rumah Sakit dan seluruh tim yang terlibat dalam akreditasi tersebut.

“saya harap ini dapat dipertahankan dan kita betul-betul memaknai kehadiran kita ini seperti keluarga”, ucapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini bersama yaitu Asisten II Perekonomian dan Pembangunan NTB, Asisten III Administrasi Umum, Kadis Kesehatan, Direktur RSUP, Direktur RSJ, serta Tim Akreditasi Rumah Sakit dari KARS.

Berita Terkait

Debut Mengaspal di Sirkuit Pertamina Mandalika, Valentino Rossi Pantau Pengembangan Pelumas Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy
Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy Kembali Perkuat Pembinaan Pembalap Muda  Indonesia di Mandalika
Komentator MotoGP Dari Belanda Guido Fenneman : Mencoba Sirkuit Mandalika. Bagus
Pemberhentian Ahli Gizi Disebabkan Akumulasi Masalah Kinerja, Bukan Semata-mata Karena Menu Ubi
MGPA Hadiri Peluncuran Monster Energy Yamaha MotoGP 2026 di Jakarta
RSUD Praya Perkuat Kerjasama Dengan FK Universitas Bumi Gora
InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia
Optimalkan Layanan Rujukan, Kadinkes Lombok Tengah Tinjau Fasilitas Rumah Singgah di Bali

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:32 WIB

Debut Mengaspal di Sirkuit Pertamina Mandalika, Valentino Rossi Pantau Pengembangan Pelumas Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:16 WIB

Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy Kembali Perkuat Pembinaan Pembalap Muda  Indonesia di Mandalika

Senin, 26 Januari 2026 - 11:39 WIB

Komentator MotoGP Dari Belanda Guido Fenneman : Mencoba Sirkuit Mandalika. Bagus

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:32 WIB

Pemberhentian Ahli Gizi Disebabkan Akumulasi Masalah Kinerja, Bukan Semata-mata Karena Menu Ubi

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:04 WIB

MGPA Hadiri Peluncuran Monster Energy Yamaha MotoGP 2026 di Jakarta

Berita Terbaru