Lima Kades Sepakat, Tidak Ada Lagi Perang Petasan di Perbatasan Sembung dan Merembu

- Jurnalis

Jumat, 23 April 2021 - 03:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Barat – Video berdurasi 11 detik yang merekam perang petasan di perbatasan Desa Sembung, Kecamatan Narmada dan Desa Merembu Kecamatan Labuapi Lombok Barat viral di media sosial. Video tersebut semakin menjadi pusat perbincangan . Video riuhnya letupan petasan ini terjadi Minggu (18/04/2021) setelah subuh. Tapi mulai viral dan diperbincangkan hari Rabu (21/04/2021). Lokasi perang petasan tersebut di tanah kosong yang jauh dari perumahan warga. Yaitu di perbatasan lima Desa di Lombok Barat.

Sebelum viral, lima Kepala Desa (Kades) yang berbatasan ini langsung menggelar pertemuan. Mereka kemudian sepakat kejadian tersebut tidak terulang lagi. Lima kades ini juga hadir langsung memberikan klarifikasi di Mapolresta Mataram, Rabu (21/04/2021). Kelimanya adalah Kades Badrain, Kades Mekar Sari, Kades Bengkel, Kades Sembung dan Kades Merembu. ‘’ Kami sepakat tidak ada lagi yang katanya perang petasan di sana,’’ ungkap Kades Badrain, Romi Purwandi.

Romi memberikan klarifikasi, kejadian tersebut terjadi setelah sholat subuh. Ia menampik berita, bahwa kejadian bukan perang petasan. Tapi gaya para remaja saat ini seperti berkelahi. ‘’ Bunyi-bunyian petasan di luar pantauan kita semua aparat Desa. Tetapi ini bentuk ekspresi mereka di jalur yang jauh dari pemukiman,’’ katanya.
Lokasi perang petasan ini diperbatasan Desa Merembu dan Sembung. Namun tidak bisa dipastikan warga Desa lainnya hadir di perang petasan tersebut. ‘’ Ini karena ada warga Desa tetangga kami yang datang. Bisa dari Dasan Tereng, Kerama Jaya atau di luar Desa tempat kejadian itu,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Polres Lombok Tengah Laksanakan Vaksinasi Booster Untuk Jajaran Polres Loteng Dan Masyarakat

Kejadian tersebut kedepannya tidak begitu saja dibiarkan. Karena semua Desa sudah memberikan imbauan kepada masyarakat masing-masing. Tetapi dengan kejadian itu, lima Kepala Desa berkumpul untuk membahas langkah-langkah yang harus dilakukan agar tidak terulang. ‘’ Kita sudah sepakati. Mulai Rabu pagi kita mulai melakukan upaya penertiban dengan kesepakatan. Kami minta jajaran polsek Narmada dan Labuapi bisa melakukan patroli. Lalu Babinsa dan Bhabinkamtibmas beserta Linmas dan BKD stand by melakukan penjagaan di titik-titik masuk,’’ terangnya.

Romi menjelaskan, setelah kesepakatan antar lima Kades terbentuk. Sudah tidak ada lagi bunyi petasan yang terdengar. ‘’ Karena sudah ada kesepakatan diantara Kepala Desa dan semua warganya. Sekarang sudah tidak ada lagi bunyi petasan. Kami terus melakukan pengawasan,’’ kata Romi.

Baca Juga :  Perslobar Lolos Wakili NTB di Liga Nasional

Kepala Desa Sembung, H Ali Syahid juga sepakat dengan Kepala Desa lainnya. Bersama Kepala Desa lainnya sudah berkoordinasi dengan Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas. Setelah itu, pada hari Senin situasi bisa dikendalikan seutuhnya dan tidak terdengar lagi bunyi petasan. ‘’ Sudah ada kesepakatan dan semua mengerahkan kekuatan di lima Desa itu untuk sama-sama memback-up jangan sampai terjadi lagi kerumunan maupun ada anak-anak kita yang main petasan,’’ jelasnya.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK menyampaikan, pihaknya dan seluruh Polsek jajaran mengatensi penuh kegiatan yang mengganggu kenyamanan warga masyarakat yang beribadah pada bulan Ramadhan. ‘’ Khusus di perbatasan Desa Sembung dan Merembu itu kan kejadiannya hari Minggu. Sejak saat itu anggota sudah turun dan tidak terdengar lagi suara petasan di sana,’’ katanya.(zx)

Berita Terkait

Dies Natalis ke-10, Politeknik Pariwisata Lombok Tegaskan Peran Strategis bagi Pariwisata Indonesia
Di Bawah Komando Putri Ayu Wulandari, Kejari Lombok Tengah Jebloskan Mantan Bupati Dua Periode ke Penjara
Seksi IDP Luncurkan Desain Publikasi MTQ XXXI NTB 2026
Lombok Tengah Perkuat Pendidikan Inklusif, Dunia Usaha dan Mitra Nyatakan Dukungan
Dorong Daya Saing Ekonomi, Sekcam Pringgarata Ajak UMKM Manfaatkan Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI)
ITDC Tunjuk Pari Wijaya sebagai GM The Mandalika, Dorong Pengembangan dan Daya Tarik Investasi Kawasan
3 Pejabat Korupsi Pajak di Lombok Tengah Divonis Penjara, Kejaksaan Siap Miskinkan Pelaku
Pemkab Lombok Tengah Dan BPS Perkuat Sinergi Data Melalui Pencanagan Deaa Cantik Statistik 2026

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:13 WIB

Dies Natalis ke-10, Politeknik Pariwisata Lombok Tegaskan Peran Strategis bagi Pariwisata Indonesia

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:54 WIB

Di Bawah Komando Putri Ayu Wulandari, Kejari Lombok Tengah Jebloskan Mantan Bupati Dua Periode ke Penjara

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:04 WIB

Seksi IDP Luncurkan Desain Publikasi MTQ XXXI NTB 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:00 WIB

Lombok Tengah Perkuat Pendidikan Inklusif, Dunia Usaha dan Mitra Nyatakan Dukungan

Senin, 4 Mei 2026 - 11:14 WIB

Dorong Daya Saing Ekonomi, Sekcam Pringgarata Ajak UMKM Manfaatkan Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI)

Berita Terbaru

News

Seksi IDP Luncurkan Desain Publikasi MTQ XXXI NTB 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:04 WIB