Ruang Kelas Ponpes Nurul Hakim Kediri Kebakaran

- Jurnalis

Senin, 2 September 2024 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok barat- Api dengan cepat menjalar dan menghanguskan empat Lokal gedung Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri Lombok Barat (Lobar). Kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00 WITA. Para santripun berhamburan keluar mencari tempat yang lebih aman.

“kami bersama tim pemadam segera bergerak memadamkan api” terang Kasi Operasi, Pengendali Kebarakan Lobar, Lalu Satriawan Senin (2/09).

Api membakar empat lokal atau ruangan belajar santri Madrasah Tsanawiyah Putra Nurul Hakim Kediri yang ada di lantai dua. Informasi yang dihimpun dari pihak asrama yang pertama kali melihat, kebakaran terjadi karena adanya konsleting listrik. Percikan api timbul pertama kali di ruang tengah lantai dua.

“informasi dari pimpinan ponpes percikan api dari konsleting listrik,” ucapnya

Karena santri beraktifitas di luar ruangan, maka tidak ada korban akibat adanya kebakaran tersebut. Kebakaran berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian. Mulai dari jam 19.00 wita setelah sholat Maghrib, hingga waktu isya. Pemadaman menghabiskan empat tangki air, dan satu unit tangki air supply dari Damkar Mataram dan Polres Lobar.

Baca Juga :  Gerakkan Masyarakat Hingga Tingkat Dusun, Kapolres Lombok barat Puji Inovasi Lomba Kampung Sehat II Desa Taman Ayu

Sementara Kepala Damkar Lobar, Sahlan mengatakan mengenai kerugian yang disebabkan si jago merah tersebut masih belum bisa dipastikan. Karena perlu adanya analisa dari wewenang seperti dari Dinas PUTR.

“Instalasi listrik menjadi penyebab utama kebakaran di Lobar. Selain dari kelalaian dari masyarakat di lahan atau pemukiman,” kata Sahlan.

Setelah berhasil dipadamkan sekitar satu jam, Daamkar akan terus memastikan percikan api kecil yang masih ada. Yang saat ini masih dalam tahap pendinginan.

Baca Juga :  Bupati Fauzan Minta IPHI Kuatkan Peran Di Masyarakat

“Besok kita investigasi lagi. Semoga kita mendapatkan titik terang apa penyebabnya,” terangnya.

Pimpinan ponpes Nurul Hakim TGH. Muzakkar Idris menutur bahwa gedung yang terbakar ini adalah gedung belajar MTs putra, 4 lokal ruang dilantai dua habis terbakar.

“Yang terbakar ruang kelas gedung MTs putra sebanyak 4 ruang,”ujarnya.

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 19.00 pada saat itu memang suasana di tempat ini sepi, karena semua santri sedang sholat magrib.

“kami malah dapat informasi dari kepala madrasah ba’da sholat magrib. Ungkap Tgh. Muzakar Idris

Pimpinan ponpes merinci kerugian sementara ditaksir mencapai 800 juta rupiah karena masing-masing ruangan bernilai 200 juta belum di tambah furniture sehingga masih dalam proses perhitungan. (MZ)

Berita Terkait

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga
ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya
Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata
Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun
Isi Kampanye Terbuka, Calon Kades Pringgarata Arif Rahman Santuni Anak Yatim dan Lansia
Kemenhaj Dan DPR RI Komisi VIII Sosialisasikan Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji
Festival Budaya Pringgarata Dirangkaikan Deklarasi Pilkades Damai dan HUT Loteng

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:39 WIB

ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:38 WIB

BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun

Berita Terbaru