Pemkab Loteng gencarkan perang terhadap perkawinan anak dengan gerakan “Dendeq Merariq Kodeq

- Jurnalis

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) terus menggencarkan perang terhadap perkawinan anak. Perang dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak, seperti: tuan guru, tokoh masyarakat, dan yayasan yang bergerak dalam perlindungan anak.

Seperti yang dilakukan Pemkab Loteng di SMPN 1 Praya Timur, Sabtu kemarin (2/8/2025). Di sana Pemkab menggandeng Forum Anak Loteng untuk mengkampanyekan gerakan ”Dendeq Merariq Kodeq”.

Gerakan ini, kata Sekda Loteng, H Lalu Firman Wijaya, untuk mencegah peningkatan jumlah kasus perkawinan anak. Dan, dipilihnya SMPN 1 Praya Timur sebagai lokasi pertama kampanye ini adalah karena salah seorang siswi sekolah ini pernah viral dalam kasus perkawinan anak beberapa bulan lalu.

”Kenapa di sini? Karena di sini (sekolah, red) tempat sekolah anak yang menikah kemudian viral itu,” katanya.

Baca Juga :  Penjualan Tiket MotoGP Mandalika Tembus 26 ribu

Selain di SMPN 1 Praya Timur, gerakan ini juga dilakukan di delapan sekolah lain di Kecamatan Praya Timur. Pemkab menerjunkan langsung masing-masing kepala OPD untuk memantau gerakan ini.

”Serentak dilakukan di delapan SMP se-Praya Timur. Di sini hanya launching saja,” dia menambahkan.

Dengan adanya sosialisasi ini, Firman menekankan agar kasus merariq kodeq menjadi nol kasus, mengingat daerah ini menjadi daerah tertinggi kedua di NTB dalam kasus ini.

Adapun angka perkawinan anak di Loteng sampai dengan saat ini sudah mencapai 14,7 persen. ”Sampai bulan ini, yang sudah melaporkan berjumlah 22 kasus. Yang kami belas (pisahkan, red) ada tujuh. Selanjutnya kami selesaikan dengan dispensasi nikah,” ujar Firman.

Baca Juga :  Kontigen Loteng Peringkat Kedua Sementara Porprov NTB 2026, Atlit Peraih Medali Disiapkan Bonus

Dia mengungkapkan, jumlah yang tidak dilaporkan dalam kasus perkawinan anak sangat tinggi. Sebagaimana data Dinas Kesehatan, ungkap dia, jumlah ibu hamil yang berumur di bawah 19 tahun jumlahnya mencapai 1.000-an lebih.

”Ini yang membuat kami sangat terperangah dengan fenomena ini. Ini seperti fenomena gunung es,” ungkap mantan Kadis PUPR tersebut.

Sementara dalam sosialisasi itu, agar para siswa  tidak tegang, panitia membuat berbagai permainan dan quiz. Mereka yang dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan panitia mendapatkan hadiah atau door prize.

Selain menggandeng Forum Anak, panitia juga merangkul mahasiswa yang sedang KKP di Desa Mujur. Kegiatan dihadiri delapan kepala SMP se-Praya Timur.

Berita Terkait

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga
ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya
Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata
Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun
Isi Kampanye Terbuka, Calon Kades Pringgarata Arif Rahman Santuni Anak Yatim dan Lansia
Kemenhaj Dan DPR RI Komisi VIII Sosialisasikan Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji
Festival Budaya Pringgarata Dirangkaikan Deklarasi Pilkades Damai dan HUT Loteng

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:39 WIB

ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:38 WIB

BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun

Berita Terbaru