Program 1000 Desa Sapi, NTB Songsong Swasembada Daging

- Jurnalis

Jumat, 11 Desember 2020 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lombok Tengah – Guna memastikan Program 1000 desa Sapi terlaksana dengan baik, serta mewujudkan swasembada daging sapi nasional di tahun 2026, Kementerian Pertanian RI melakukan kunjungan ke 5 desa yang ditunjuk sebagai pilot project program 1000 desa sapi, yang berasa di Kec. Pujut Lombok Tengah.

Perwakilan ditjen PKH Kementerian Pertanian RI, Roy Malindo, S.Pt., M.Si., mengungkapkan kunjungannya ini bertujuan untuk memastikan kesiapan desa tersebut untuk mengawal program 1000 desa sapi, dan juga melihat secara langsung progres pembangunan sarana prasarananya.

“Saya lihat pembangunannya sudah mencapai angka 80 hingga 90 persen, semoga saja selesai dalam waktu dekat,” ungkap Roy.

Selain itu menurut Roy Malindo, NTB ditunjuk karena dinilai berperan dalam pengembangan usaha sapi potong. Dengan adanya program ini kedepan NTB diharapkan dapat berperan dan berkontribusi sebagai penyuplai daging sapi nasional.

“NTB ditunjuk sebagai lokasi pilot project program 1000 sapi karena dinilai memiliki banyak potensi. Tidak hanya karena luas lahan yang tersedia, namun juga dari potensi sumber pakan cukup tersedia. Sehingga atas dasar usulan yang masuk, Pemda Lombok tengah ditunjuk sebagai lokasi pengembangan program seribu sapi oleh Kementan,” ungkap Roy Malindo, ketika melakukan kunjungan lapangan disalah satu penerima program 1000 desa sapi yakni Desa Sukadana Kecamatan Pujut – Lombok Tengah, Kamis, (10/12/2020).

Baca Juga :  Dandim Loteng Ikuti Acara Tradisi Penyambutan Pejabat Baru Danrem 162/WB

Sementara itu, diwaktu yang sama Asisten II, Ir. H. Ridwan Syah, menjelaskan bahwa program 1000 desa sapi ini menandakan bahwa NTB membuktikan diri sebagai daerah yang siap menuju daerah industrialisasi. Ia menilai industrialisasi harus bersifat integratif dan memiliki output nilai tambah bagi masyarakat khususnya kelompok tani ternak.

“Dilihat dari sisi potensi dan ketersediaan pakan hingga mampu produksi pakan secara mandiri, itu jelas bahwa NTB mampu menjadi daerah industrialisasi. Untuk itu, seiring dengan peningkatan produksi dan penyediaan pakan secara berkelanjutan, maka  dibentuk dan dikembangkan kelembagaan atau unit usaha pakan yang mendukung penyediaan pakan secara mandiri, terjangkau, bermutu dan berkelanjutan serta dapat dikelola menjadi komoditi usaha baru bagi peternak berupa Bank Pakan,” jelas Ridwan syah.

Lebih jauh Ridwan Syah melanjutkan, 5 desa penerima program 1000 desa sapi ini masing-masing punya lahan hijau pakan ternak (HPT). Dari sana produknya kemudian dikirim ke bank pakan di Dusun Batu Guling desa Mertak  untuk diolah dan disiapkan dalam bentuk silase baler.

“Dengan mesin sederhana yang ada, produktifitasnya mampu memproduksi pakan hingga 6 ton per jam, dan setelah dikalkulasi jika dihitung 1000 ekor sapi akan menghabiskan sekitar 30 ton sehari. Pakan yang dihasilkan juga pakan yang awet karena sudah dikemas dengan lebih standar operasional,” terang pria yang akrab disapa Dae Iwan itu.

Baca Juga :  ITDC Dorong Ekonomi Berbasis Sportainment Tourism Lewat FIM ARRC, Mandalika Racing Series Porsche Carrera, dan Mandalika Suka-Suka

Tidak hanya dari penyediaan pakan, pengelolaan limbah kotoran sapi nantinya juga akan diolah menjadi sumber energi biogas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat ditingkat lokal. Selain itu dengan perkembangan teknologi yang ada energi biogas ini juga mulai digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Sedangkan
produk sampingannya adalah  pupuk untuk tanaman.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, dr. Hj. Budi Septiani menyebutkan 5 desa yang menjadi pilot project program 1000 sapi yakni Desa Teruwai, Mertak, Sukadana, Batu Guling dan Pengengat.
Masing masing desa mendapatkan 200 ekor, dengan rincian seratus indukan dan seratus batangan dan sudah dilengkapi alat kesehatan hewan.

Ia juga menyebut bahwa kelompok ternak yang ada sudah dibekali pelatihan dengan menghadirkan pakar ternak dari Kementan.

” Beberapa pelatihan sebelumnya sudah diberikan seperti pelatihan bagaimana pemeliharaan sapi indukan dan batalan, pemberian pakan terhadap hewan ternak, mengolah biogas secara mandiri, kebersihan kandang hingga pelatihan ternak bisnis,” tutup Budi.(red)

Berita Terkait

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga
ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya
Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata
Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun
Isi Kampanye Terbuka, Calon Kades Pringgarata Arif Rahman Santuni Anak Yatim dan Lansia
Kemenhaj Dan DPR RI Komisi VIII Sosialisasikan Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji
Festival Budaya Pringgarata Dirangkaikan Deklarasi Pilkades Damai dan HUT Loteng

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:39 WIB

ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:38 WIB

BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun

Berita Terbaru