Kontraktor Sisakan Hutang, Tukang dan Supplier Ancam Bongkar Bangunan Kantor BPS NTB

- Jurnalis

Kamis, 30 Desember 2021 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram-Para tukang dan supplier pembangunan kantor Badan Pusat Statistik (BPS) NTB di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram mengancam akan membongkar bangunan yang ada. Penyebabnya karena masih ada sisa hutang yang belum dibayar oleh pihak kontraktor.

“Yang belum dibayar sebesar Rp 3,5 miliar dari nilai kontrak sebesar Rp 10,69 miliar,” kata salah satu supplier Muhkamal, saat menggelar aksi di lahan pembangunan kantor BPS NTB, Kamis (30/12/2021).

Uang sebesar itu seharusnya untuk pembayaran upah ratusan tukang yang bekerja. Termasuk bahan-bahan bangunan dan perlengkapan, saat pembangunan berlangsung. Akibatnya, supplier harus berhutang disejumlah toko.

“Sampai batas waktu yang kami tentukan oleh pihak kontraktor, maka kantor BPS NTB ini akan kami bongkar,” kata Muhkamal.

Bila perlu, akan mengambil alih bangunan yang ada. “Karena begitu pekerjaan selesai pihak kontraktor membawa kabur uang kami,” kata Muhkamal, yang juga ikut dalam pengadaan tukang untuk pekerja pembangunan gedung BPS NTB tersebut.

Bangunan-bangunan yang akan dibongkar dan dirobohkan yaitu, barang-barang yang terpasang yang belum dibayarkan pihak kontraktor. “Kami beri waktu seminggu kedepan,” ancam Supplier Mekanical Elektrikal dan plambing (MEP) Syahruddin.

Baca Juga :  Koordinasi Demi Vaksinasi,Rutan Praya Kunjungi Polres Lombok Tengah

Selain menempuh jalur aksi, pihaknya juga telah menempuh jalur hukum. Para supplier sepakat melaporkan persoalan yang ada ke Polda NTB. Itu atas dugaan kasus penipuan.

“Kami sudah melaporkannya ke Polda NTB seminggu yang lalu,” ujar pria kekar yang sering disapa Alex tersebut.

Mereka menerangkan, uang untuk membayar pekerja dan barang dibayarkan oleh PPK BPS NTB tertanggal 20 Desember lalu. Kemudian pada tanggal 21 Desember lalu pihak kontraktor kabur. “Kami sudah selesaikan pekerjaan ini hingga 99 persen. Dan PPK BPS NTB sudah membayar ke rekening kontraktor,” katanya.

Namun anehnya, untuk mengelabui pekerja dan supplier, pihak kontraktor memberikan cek kosong dua lembar masing-masing senilai Rp 500 juta dan Rp 2 milyar rupiah. “Ternyata cek itu kosong dan tidak bisa dicairkan,” bebernya.

Mereka kemudian sampai berupaya mencari pihak kontraktor ke Gowa Sulawesi Selatan. Setiba disana, alamat kantor kontraktor tersebut tidak ada, ketika bertanya ke pihak-pihak di sana, di jawab tidak ada.

Baca Juga :  Maju Pileg 2024, Dokter Cantik Meily Zuraida: Ini Cara Saya Berjuang Untuk Masyarakat

Terkait hal itu, Kepala BPS NTB Wahyudin dikonfirmasi ke kantornya mengakui bahwa pihaknya hanya berhubungan dengan pihak kontraktor. Soal pekerja dan supplier yang belum dibayarkan haknya itu berurusan dengan pihak kontraktor.

“Kami tidak ada hubungannya dengan para supplier itu, kami hanya berhungan dengan kontraktor palaksana. Kami sudah membayar hak mereka sebesar 95 persen dari nilai kontrak. Sisanya 5 persen untuk retensi (jaminan pemeliharaan),” jelasnya.

BPS juga katanya tetap akan memfasilitasi untuk mempertemukan pelaksana dengan supplier. Salah satunya memfasilitasi pihak pekerja dan supplier untuk bertemu langsung dengan kontraktornya beralamat di Gowa Sulawesi Selatan. Namun, pihak kontraktor itu sedang tidak berada di tempat, saat itu sedang di Jakarta.

Mengenai isu para tukang dan supplier akan bongkar bangunan gedung BPS NTB, Wahyudin menyarankan supaya tidak mengambil langkah itu karena, gedung itu sudah menjadi milik pemerintah, sudah diserah terima.

“Kami mendorong mereka untuk melaporkan ke Polda NTB karena kasus ini lintas provinsi,” tutupnya.

Berita Terkait

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga
ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya
Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata
Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun
Isi Kampanye Terbuka, Calon Kades Pringgarata Arif Rahman Santuni Anak Yatim dan Lansia
Kemenhaj Dan DPR RI Komisi VIII Sosialisasikan Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji
Festival Budaya Pringgarata Dirangkaikan Deklarasi Pilkades Damai dan HUT Loteng

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:39 WIB

ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:38 WIB

BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun

Berita Terbaru