Kader Posyandu Siap Bantu Tracing TB di NTB

- Jurnalis

Rabu, 3 Maret 2021 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram – Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu wilayah yang menjadi prioritas nasional untuk eliminasi tuberkulosis (TB). Hal ini disebabkan masih rendahnya angka temuan kasus baru penderita di NTB. 

Dari target nasional sebesar 80% temuan kasus baru,  estimasi suspect temuan kasus TB di NTB tergolong masihbrendah, yakni diangka 36%. Ketika angka temuan baru dibawah 80 % menandakan masih banyak penderita yang belum diketahui atau memeriksakan diri dan berobat dilayanan kesehatan.  Akhirnya penderita ini berpotensi besar menularkan ke lingkungan sekitar.

Sebaliknya, ketika kasus ini cepat ditemukan dilapangan, penderita memeriksakan diri dan berobat, maka potensi perluasan kasus ini menurun dan tidak menjangkiti masyarakat luas.

“Inilah pentingnya penjaringan atau tracing dan edukasi kepada masyarakat dan petugas dilapangan sehingga mereka paham persoalan ini,” ungkap Rahmat Ahmad Hidayat, Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah NTB, saat menemui Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., Selasa (2/3/2021) di ruang kerjanya.

Baca Juga :  Lombok Tengah Raih Opini WTP ke-13 Berturut-Turut dari BPK

Dalam rangka meningkatkan tracing TB ini di NTB, Rahmat berharap dapat terbangun sinergi antara pemerintah, petugas layanan kesehatan dengan komunitas atau penggiat kesehatan yang ada. Termasuk kader posyandu keluarga yang tersebar di seluruh wilayah NTB.

Menanggapi hal tersebut, Wagub NTB siap mengoptimalkan peran kader posyandu keluarga di daerah. Karena sebagaimana tujuan revitalisasi posyandu menjadi posyandu keluarga, diharapkan semua informasi dan akar permasalahan kesehatan dan berbagai pelayanan penyuluhan kesehatan masyarakat dapat terjaring dengan komprehensif.

Baca Juga :  Hari Ini Dandim Loteng Letkol I Putu Tangkas Menyerahkan Jabatannya

“Kader posyandu keluarga, tersebar hingga didusun dan desa-desa di semua Kabupaten/Kota. Keberadaan mereka dapat membantu untuk ikut menjaring penderita TB,” terang Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Untuk menyukseskan kegiatan ini, Wagub juga meminta agar PKBI bisa menggandeng para kader posyandu turun bersama dilapangan. Kedekatan para kader dengan masyarakat diharapkan bisa efektif mengedukasi dan mendobrak stigma masyarakat karena malu menderita TB.

“Cepat temukan penderita dan obati agar keluarga terlindungi. Sehingga target tahun 2050 indonesia sudah bersih dari TB termasuk di NTB,” harap Wagub.

Pertemuan juga dihadiri oleh Asisten I Setda Prov NTB, Kadis P3AP2KB Provinsi NTB dan dihadiri sejumlah anggota PKBI Wilayah NTB.

Berita Terkait

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga
ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya
Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata
Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun
Isi Kampanye Terbuka, Calon Kades Pringgarata Arif Rahman Santuni Anak Yatim dan Lansia
Kemenhaj Dan DPR RI Komisi VIII Sosialisasikan Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji
Festival Budaya Pringgarata Dirangkaikan Deklarasi Pilkades Damai dan HUT Loteng

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:39 WIB

ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:38 WIB

BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun

Berita Terbaru