Lombok Tengah Perkuat Pendidikan Inklusif, Dunia Usaha dan Mitra Nyatakan Dukungan

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pendidikan inklusif berbasis data. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan diskusi lanjutan bertajuk “Dukungan CSR untuk Pendidikan Inklusif Berbasis Data Kabupaten Lombok Tengah” yang berlangsung di ruang rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (6/5/2026).

 

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, serta berbagai lembaga mitra untuk memperkuat dukungan terhadap layanan pendidikan inklusif di Kabupaten Lombok Tengah.

 

Mewakili Kepala Bapperida Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Winarna, SKM., M.Sc., DEA menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menggalang partisipasi publik dalam menyelesaikan persoalan angka putus sekolah yang masih menjadi tantangan pemerintah daerah.

 

“Melalui kolaborasi lintas sektor ini, kami berharap dukungan terhadap pendidikan inklusif semakin kuat sehingga seluruh anak, termasuk anak dengan hambatan fungsional belajar, dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak dan sesuai kebutuhannya,” ujarnya.

 

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Lombok Tengah yang diwakili Asisten I Setda Lombok Tengah, Lalu Muliawan, menyampaikan pesan Bupati Lombok Tengah terkait pentingnya mengarusutamakan dukungan terhadap pendidikan inklusif, khususnya melalui penyediaan alat bantu, peningkatan aksesibilitas, serta penguatan kapasitas guru.

Baca Juga :  Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa

 

Menurutnya, langkah tersebut sangat penting untuk memastikan anak-anak dengan hambatan fungsional belajar, terutama anak-anak penyandang disabilitas, memperoleh layanan pendidikan yang optimal dan sesuai kebutuhan mereka.

 

Ia juga menegaskan bahwa tanpa adanya intervensi dan dukungan yang memadai, anak-anak dengan hambatan fungsional berisiko semakin termarginalkan dalam sistem pendidikan.

 

Diskusi tersebut dihadiri berbagai pihak dari unsur BUMN, BUMD, hingga lembaga non-pemerintah yang menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan sesuai kapasitas masing-masing.

 

Pada kesempatan itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, H. Jumadi, memaparkan hasil temuan Program Profil Belajar Siswa (PBS). Dari sekitar 9.000 anak yang telah mengikuti proses skrining awal di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA, ditemukan sekitar 5.000 anak yang terindikasi memiliki hambatan fungsional belajar.

 

Setelah dilakukan skrining lanjutan, terdapat sekitar 600 anak yang dinilai membutuhkan intervensi segera agar dapat memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Baca Juga :  Bupati Serahkan Laporan Keuangan Daerah Kepada BPK

 

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak Rumah Sakit Adikarsa menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi melalui pelaksanaan skrining lanjutan dengan mengintegrasikan dukungan melalui skema Universal Health Coverage (UHC).

 

Komitmen serupa juga disampaikan Direktur Utama PDAM Lombok Tengah. Bahkan, PDAM Lombok Tengah disebut telah lebih dahulu melakukan pendampingan bersama Tulus Angen Community dalam memberikan layanan terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

 

Sementara itu, perwakilan ITDC menyampaikan kesiapan pihaknya untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan inklusif. ITDC diketahui telah memiliki Mandalika Children Learning Centre (MCLC) yang diharapkan dapat menjadi pusat penguatan layanan pendidikan, khususnya di wilayah ring 1 kawasan kerja ITDC, yakni Kecamatan Pujut dan wilayah penyangga.

 

Selain itu, BAZNAS Lombok Tengah juga membuka peluang kolaborasi melalui dukungan penyediaan alat bantu bagi anak-anak disabilitas yang dapat diakses melalui program Tastura Peduli.

 

Melalui forum diskusi tersebut, diharapkan terbangun sinergi lintas sektor yang semakin kuat dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan responsif terhadap kebutuhan seluruh anak di Kabupaten Lombok Tengah.

Berita Terkait

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga
ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya
Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata
Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun
Isi Kampanye Terbuka, Calon Kades Pringgarata Arif Rahman Santuni Anak Yatim dan Lansia
Kemenhaj Dan DPR RI Komisi VIII Sosialisasikan Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji
Festival Budaya Pringgarata Dirangkaikan Deklarasi Pilkades Damai dan HUT Loteng

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:39 WIB

ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:38 WIB

BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun

Berita Terbaru