Sejumlah Warga Datangi KPKNL Mataram Pertany

- Jurnalis

Jumat, 20 Oktober 2023 - 02:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, NTB – Sejumlah warga datangi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKLN) Mataram mempertanyakan proses lelang tiga lokal ruko yang terletak di Dusun Lokong Dendek Desa Dasan Tereng. Narmada Lombok Barat, NTB.

Warga dalam kesempatan tersebut mempertanyakan terkait dengan prosedur lelang yang telah dan akan dilakukan oleh pihak KPKLN terhadap obyek lelang.

“Kami datang karena ada keresahan masyarakat atas lelang tiga lokal ruko yang menjadi obyek lelang dengan harga Rp 1 milyar 50 juta, ” ucap koordinator,
H.Akhmad Salehudin SH, Kamis (19/10/2023).

Menurut pria yang juga Ketua LSM Rajawali tersebut bahwa hearing yang dilakukan oleh warga ini mempertanyakan terkait prosedur lelang terhadap tiga lokal ruko tetsebut.

, “Apakah proses lelangnya sudah sesuai atau belum dengan aturan sebagaimana diatur dalam PMK No 27 tahun 2016 yang mana jika nilai lelang Rp 1 milyar ke atas harus menggunakan atau ditetapkan oleh penilai indefenden (Appriasal), ” ungkapnya.

Baca Juga :  Rapat Paripurna, DPRD Loteng bersama pemerintah Sepakati KUA-PPAS APBD 2026

Karena menurutnya, bahwa berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik yang ditunjuk oleh pemilik bangunan maka nilai sebesar Rp 2,1 milyar.

Selain itu lanjutnya, dimana pada tahun 2013 lalu ruko yang dianggunkan tersebut senilai Rp 2 milyar.

, “Artinya taksiran nilai ruko saat itu harusnya diatas Rp 2 milyar dan dak mungkin harganya segitu terus taksirannya sama, ” pungkasnya

Sementara itu pihak KPKLN Mataram yang diwakili oleh petugas lelang, Deny Ardiansyah, saat ditemui oleh warga memberikan pernyataan bahwa pihak KPKLN tidak sembarangan dalam menetapkan lelang jika betkas dan persyaratannya tidak lengkap

Baca Juga :  Polres Loteng Monitoring Keberangkatan Logistik Pramusim MotoGP di Bandara

, “Kalau itu tidak sesuai ketentuan, berkasnya tidak lengkap, kami tidak sembarangan menetapkan jadwal lelang, tapi demikian juga sebaliknya jika berkasnya lengkap, kalau kami tidak tetapkan jadwal lelangnya kami salah, ‘ucapnya.

Menurutnya bahwa lelang yang dilakukan oleh KPKLN berdasarkan atas permohonan yang diajukan oleh pihak bank.

, “Yang menentukan limit, penafsiran itu dilakukan oleh pihak bank, ” ungkapnya.

Sedangkan terkait dengan data pembanding yang di bawah oleh pihak warga atau pemilik
yaitu berupa perhitungan yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik terhadap nilai obyek lelang, dimana pihak PKPLN akan menyampaikannya langsung ke pihak bank.

“Ini besok kami akan sampaikan kepihak bank,” pungkasnya.

Berita Terkait

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga
ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya
Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata
Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun
Isi Kampanye Terbuka, Calon Kades Pringgarata Arif Rahman Santuni Anak Yatim dan Lansia
Kemenhaj Dan DPR RI Komisi VIII Sosialisasikan Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji
Festival Budaya Pringgarata Dirangkaikan Deklarasi Pilkades Damai dan HUT Loteng

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:39 WIB

ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:38 WIB

BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun

Berita Terbaru