Lombok Tengah – Kepala Puskesmas (Kapus) Pringgarata akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka menyusul pernyataan yang memicu reaksi keras dari para tenaga kesehatan (nakes) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Pernyataan tersebut sebelumnya sempat menimbulkan ketersinggungan dan memicu gelombang protes di kalangan pegawai.
Kapus Pringgarata Haerozi mengklarifikasi bahwa perkataan yang dilontarkan dalam forum internal tersebut tidak bermaksud merendahkan atau menyudutkan pihak manapun. Menurutnya, ucapan tersebut murni merupakan bentuk dukungan dan upaya untuk membangkitkan semangat kerja para nakes PPPK paruh waktu di tengah keterbatasan yang ada.
“Saya memohon maaf jika ada kalimat saya yang salah dimengerti atau membuat rekan-rekan nakes tersinggung. Niat saya sebenarnya hanya ingin memberikan support agar kita tetap solid dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ungkap Kapus Pringgarata.
Sebelumnya, para nakes PPPK paruh waktu di Lombok Tengah, termasuk dari wilayah Pringgarata, sempat menyuarakan aspirasi terkait penyesuaian upah dan kondisi kerja. Reaksi panas muncul ketika pernyataan Kapus tersebut dianggap kurang peka terhadap situasi yang sedang dihadapi para nakes.
Melalui permintaan maaf dan klarifikasi ini, diharapkan ketegangan di lingkungan Puskesmas Pringgarata dapat mereda sehingga pelayanan kesehatan tidak terganggu. Pihak manajemen puskesmas berkomitmen untuk lebih mengedepankan komunikasi yang persuasif dan harmonis dengan seluruh jajaran staf ke depannya.
Ia tambahkan polemik yang sempat memanas, pihak manajemen Puskesmas Pringgarata berkomitmen memperbaiki pola komunikasi menjadi lebih harmonis dan persuasif. Haerozi menekankan pentingnya saling menjaga empati antara pimpinan dan staf dalam menghadapi situasi sulit.
“Kita harus mengedepankan diskusi membangun untuk mencari solusi terbaik, bukan emosi. Mari kita bayangkan jika berada di posisi satu sama lain agar muncul saling pengertian,” tambahnya.
Terkait tuntutan penyesuaian upah dan kondisi kerja yang disuarakan para nakes, Haerozi memastikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mencari jalan keluar. Ia meminta para nakes memahami bahwa saat ini masih terdapat kendala regulasi pusat maupun keterbatasan internal.
“Pemerintah tidak pernah berhenti memikirkan hak warganya. Seluruh aspirasi teman-teman akan ditindaklanjuti. Mari kita tetap semangat memberikan ikhtiar terbaik dan berdoa untuk Lombok Tengah yang semakin baik ke depan,” pungkasnya.









