Aksi Awal Tahun 2021, Dua Balita Dapat Sentuhan Gubernur NTB

- Jurnalis

Sabtu, 2 Januari 2021 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram – Awal tahun 2021, tepatnya Hari Sabtu (2/1) di Pekan Pertama Januari 2021. Respon cepat aksi sosial Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., masih berlanjut dan tanpa henti.

Kali ini dimulai dari dua anak usia dini, yaitu Aan Sofian, balita usia sembilan bulan yang tidak memiliki lubang anus, asal Dusun Sori Landi Desa Doromelo Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu dan Ahmad Imanudin (3) asal Dusun Batu Entek Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok tengah.

Usai shalat subuh, Kepala Dinas Sosial NTB, H. Ahsanul Khalik S.Sos MH, melihat tanda notifikasi dari WhatsApp (Wa). Ternyata pesan singkat dari Bang Zul sebutan populer orang nomor satu di NTB yang menginstruksikan, agar Dinas Sosial segera melakukan asessment kepada dua balita, yaitu balita di Lombok Tengah dan balita di Dompu.

Pada Respon Sosial awal tahun ini, Pak Gubernur berkenan membantu dua balita pada dua kabupaten tersebut. Bantuan yang diberikan berupa sejumlah dana, sembako, susu formula dan obat-obatan serta telah dikoordinasikan juga untuk mendapatkan layanan pemeriksaan lebih lanjut.

“Proses kooordinasi dan instruksinya seperti ini, Bang Zul tidak kaku dan fleksible. Serba harus cepat, baik cepat tanggap, cepat temu, cepat tindak dan cepat tuntas. Ini yang biasa dilakukan selama ini dalam merespon medsos,” ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., pada siaran persnya, Sabtu (2/1).

Baca Juga :  Jawab Tantangan Layanan Kesehatan yang Bermutu dan Terjangkau, RSUD Praya Susun Unit Cost

Menyoal dua balita yang membutuhkan perhatian tersebut. Khalik menyebutkan, Bang Zul langsung merespon dengan aksi cepat Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten melalui Pilar Sosial Pendamping Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Dompu dan Satgas P3S Provinsi NTB dan TKSK Kecamatan Jonggat di Lombok Tengah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui dengan cepat kondisi dari dua balita tersebut sehingga dapat segera ditindaklanjut penanganannya.

Lebih lanjut, bahwa hasil Assesment Pendamping di Dompu, Aan Sofian adalah balita buah hati dari pasangan suami istri, Andika Putra dan Ayutini. Dari Informasi kedua orang tua balita tersebut direncanakan dirujuk ke RS Sanglah untuk mendapatkan tindakan medis. Secara fisik balita tersebut sehat saja. Akan tetapi untuk Buang Air Besar (BAB) melalui anusnya tidak memungkinkan.

Sementara Aan Sofian memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan, merupakan BPJS mandiri yang dterbitkan dan berfungsi sejak bulan maret 2020, ketika menjalani operasi.

“Kebutuhan saat ini susu formula dan obat yang dibeli d apotek. Semoga ananda bisa kembali pulih. Aamiin,” kutip mantan Kalak BPBD Provinsi ini.

Sedangkan untuk kondisi ekonominya, orang tua dari Aan Sofian sementara bukan dari kalangan penerima bantuan sosial PKH dan BPNT, karena data keluarga tidak masuk dalam data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Baca Juga :  Bupati Lombok Tengah: Guru Harus Punya INOVASI

Demikian juga dengan balita kedua bernama Ahman Aminudin adalah buah hati dari Gunawi dan Tini asal Dusun Batu Entek Desa Sukarara Kecamatan Jonggat. Berdasarkan asesment, Balita tersebut menderita Tumor Ginjal kiri (Nefroblastoma). Kondisi Ahman baru diketahui sebulan yang lalu, tepatnya bulan Desember 2020. Pernah mendapatkan perhatian dari Pemerintah Desa Sukarare. Pernah menerima bansos JPS gemilang, bahkan juga dari Laskar Comunity.

“Untuk BPJS masih memakai mandiri, sedang diurus oleh Dinsos dan Dinkes Lombok Tengah untuk masuk dalam PBI JKS Pemda Lombok Tengah,” jelasnya Khalik.

Bahkan sambung Khalik, Bang Zul menyempatkan diri usai menghadiri pernikahan anak salah seorang kepala Perangkat Daerah Provinsi di Puyung, saat itu juga langsung menyambangi kediaman orang tua balita Ahmad Aminuddin untuk melihat secara langsung kondisi Ahman Imanudin sekaligus membicarkan penanganan lebih lanjut anak tersebut.

“Aksi respon sosial ini terus akan berlanjut. Pengaduan di medsos sangat transparan dan dapat ditindaklanjut secara transparan pula. Karena Bang Zul konsen dengan kondisi Sosial dan Kesehatan Masyarakat di NTB, khususnya yang belum disentuh kebijakan Pemerintah,” Pungkas Aka.(red)

Berita Terkait

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga
ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya
Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata
Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun
Isi Kampanye Terbuka, Calon Kades Pringgarata Arif Rahman Santuni Anak Yatim dan Lansia
Kemenhaj Dan DPR RI Komisi VIII Sosialisasikan Regulasi Penyelenggaraan Ibadah Haji
Festival Budaya Pringgarata Dirangkaikan Deklarasi Pilkades Damai dan HUT Loteng

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Reses, L. Abdusahid dan Kades Kelebuh Terpilih Dengarkan Keluh Kesah Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:39 WIB

ITDC Apresiasi Peran Media NTB dalam Memperluas Gaung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:38 WIB

BIZAM Perkuat Dukungan Pemenuhan Gizi Balita Dan Ibu Hamil Melalui Program Pangan Berdaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Raup 2.279 Suara, Arif Rahman Hakim Resmi Menangkan Pilkades Pringgarata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Lampaui Target, Kesuksesan MotoGP Mandalika 2026 Hasilkan Multiplier Effect Rp5,2 Triliun

Berita Terbaru