Jawab Tantangan Layanan Kesehatan yang Bermutu dan Terjangkau, RSUD Praya Susun Unit Cost

- Jurnalis

Senin, 31 Juli 2023 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah – Sejak penerapan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) di awal tahun 2014, menuntut rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS harus mengikuti sistem penggantian biaya atau klaim berdasarkan paket case based groups (CBG). Konsekuensinya rumah sakit sebagai pelaksana dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas (efektif dan bermutu) namun tetap berusaha agar biaya yang dikeluarkan se-efisien (sehemat) mungkin. Perhitungan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu jasa pelayanan tertentu disebut unit cost. Dengan mengetahui unit cost dapat ditentukan tarif jasa pelayanannya. Meskipun tujuan rumah sakit bukanlah berorientasi laba seperti badan usaha lainnya, namun margin/laba tetap diperlukan agar konsistensi dan kontinuitas pelayanan kesehatan dapat dipertahankan.

RSUD Praya Kabupaten Lombok Tengah adalah salah satu RS daerah tipe C yang bekerjasama dengan BPJS, pun tidak henti berbenah termasuk dalam penentuan tarif jasa pelayanan agar berdasar pada perhitungan obyektif seperti unit cost ini.

Ditemui di ruang rapat direktur, tempat berlangsungnya proses entri masterdata unitcost.id, Direktur RSUD Praya dr. Mamang Bagiansah, SpPD, FINASIM, C.M.C., menjelaskan, Selama ini, tarif layanan di RS umumnya ditentukan dengan cara mengira-ngira, atau dengan mencontoh pola tarif dari RS lain yang setipe, atau dengan membandingkan dengan tarif di RS-RS sekitar. Padahal perhitungan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk suatu jenis pelayanan tertentu bisa jadi berbeda antara RS yang satu dengan RS yang lain, walaupun setipe. “Inilah yang mendasari kami untuk berhitung riil berapa sesungguhnya unit cost di RSUD Praya”, ujar Mamang

Baca Juga :  Wajib Patuhi Protokol Kesehatan, Polres Lombok Barat perketat Akses Masuk Wisata Senggigi

Setelah mengetahui unit cost, lalu menjadikannya sebagai dasar penentuan tarif, maka analisis terhadap efektif atau tidaknya layanan, efisien atau tidaknya layanan dapat menjadi terukur. Manajemen RSUD Praya akan benar-benar secara obyektif mengetahui gap/selisih antara biaya riil yang dikeluarkan RS dengan klaim yang diberikan BPJS.

“Saya ingat, usaha pimpinan BLUD RSUD Praya untuk menghitung unit cost telah dimulai sejak 2012, namun sampai sekarang belum berhasil. Karena memang cukup sulit” ungkapnya.

Mamang menegaskan, untuk menghitung unit cost, harus menyiapkan data yang sangat detil mencakup seluruh aset yang dimiliki, SDM “kita harus menghitung berapa banyak titik lampu di seluruh RS, berapa banyak alat kesehatan, berapa banyak AC, berapa luas tanah, berapa luas bangunan, berapa banyak meubeler, berapa banyak ATK, dan lain-lain” ujarnya.

Baca Juga :  Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan Saat Libur Lebaran, Wabup Sidak 6 Puskesmas di Lombok Tengah

Untuk itu Msmang meminta doa agar proses yang telah dimulai sejak minggu lalu, dan progresnya sangat baik. InsyaAllah paling telat akhir Agustus, RSUD Praya sudah bisa menghitung unit cost, lanjut dr. Mamang.

Untuk mewujudkan hal itu, RSUD Praya menggandeng unitcost.id, sebuah aplikasi berbasis web yang menyediakan platform tempat mengentri database aset dan seluruh jenis kegiatan kemudian melakukan perhitungan besaran unit cost masing-masing jenis kegiatan layanan. Selain unit cost, platform ini menyedikan banyak fitur lain yang memungkinkan RS secara mudah memantau manajemen aset/inventaris, evaluasi kinerja pelayanan, serta kinerja bisnis maupun keuangan. Semuanya dapat diakses dengan sangat mudah melalui dashboard/laman muka www.unitcost-rsudpraya.com.

“Semoga lewat ikhitiar ini, manajemen bisnis RSUD Praya sebagai sebuah entitas BLUD akan berjalan semakin baik, semakin terukur, dan bermuara pada terwujudnya pelayanan kesehatan rujukan yang berkualitas, mutu layanannya terjamin, dengan harga terjangkau, amiiin,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tawarkan Pengalaman Unik bagi Penonton,  ITDC Hadirkan Camping Ground Pertama di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Rumah Adat Sade Terbakar, Kodim 1620/Loteng Turun Langsung Bantu Warga kebakaran
Kapolresta Loteng Dampingi Kapolda NTB Tinjau Langsung Kebakaran Dusun Sade di Pujut
MGPA dan Gekrafs NTB Perkuat Kolaborasi Official Merchandise MotoGP 2026, Dorong UMKM Lokal Mendunia
Diskominfo Lombok Tengah Perkuat Sinergi dengan BSSN dalam Pengamanan Ruang Siber
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Meriah dan Penuh Keakraban, Kecamatan Pringgarata Gelar Gala Dinner Pembubaran Panitia dan Pelepasan Anggota Paskibraka HUT RI ke-81
Pemkab Lombok Tengah Targetkan Kemiskinan Turun Jadi 10,30 Persen pada 2026

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:18 WIB

Tawarkan Pengalaman Unik bagi Penonton,  ITDC Hadirkan Camping Ground Pertama di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Rumah Adat Sade Terbakar, Kodim 1620/Loteng Turun Langsung Bantu Warga kebakaran

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Kapolresta Loteng Dampingi Kapolda NTB Tinjau Langsung Kebakaran Dusun Sade di Pujut

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:57 WIB

MGPA dan Gekrafs NTB Perkuat Kolaborasi Official Merchandise MotoGP 2026, Dorong UMKM Lokal Mendunia

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:44 WIB

Diskominfo Lombok Tengah Perkuat Sinergi dengan BSSN dalam Pengamanan Ruang Siber

Berita Terbaru