Peluang Besar Wisata Medis NTB di Tengah Pandemi

- Jurnalis

Rabu, 23 Desember 2020 - 06:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mempererat kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam upaya mengembangkan wisata kesehatan, medis, kebugaran, dan herbal di Indonesia. Bahkan, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pelaksanaannya pun telah ditandatangi pada Jumat (18/12) lalu. Oleh karena itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), drg. Oscar Primadi berharap daerah lain, khususnya Provinsi Nusa Tenggara barat, dapat melakukan kerjasama serupa. Mengingat potensi Wisata Medis di Provinsi NTB sangat besar.

Hal tersebut disampaikan Sekjen Kemenkes saat melakukan kunjungan ke RSUD Provinsi NTB dalam rangka pembinaan wilayah NTB pada, Selasa, 22 Desember 2020. Dalam kunjungan tersebut, turut hadir juga pewakilan Forkopimda NTB, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Kepala BPBD NTB,Kepala Dinas Kesehatan NTB dan Kepala Dinas Kesehatan Daerah serta Direktur Rumah Sakit se-Lombok yang sebagiannya mengikuti secara daring.

”Saya Optimis dengan kerjasama ini akan menular di daerah lain, khususnya NTB, apalagi tahun depan di Bulan Oktober akan berlangsung even internasional MotoGP musim 2021 di Mandalika Lombok,” jelasnya.

Wisata Medis sendiri telah dideklarasikan NTB sejak tahun 2019 yang lalu. Wisata medis ini dibangun NTB dengan memadukan destinasi wisata yang memikat dengan produk jasa layanan kesehatan yang inovatif dan unggul. Kini, drg. Oscar Primadi, kembali meminta NTB untuk memanfaatkan kembali peluang tersebut di tengah pandemi covid-19 dan even global Moto-GP musim 2021 yang sebentar lagi akan digelar tersebut.

Baca Juga :  Percepat Penanganan Covid-19, Kodim Loteng Gencar Edukasi Prokes dan PPKM

Namun, drg. Oscar Primadi, MPH juga meminta Provinsi NTB tidak lupa untuk tetap fokus mengendalikan covid-19 di tahun 2021 nanti. Penguatan pengendalian covid-19, dijelaskan drg. Oscar Primadi, dapat dilakukan dengan beberapa strategi di antaranya, Percepatan perbaikan gizi masyarakat termasuk pencegahan stunting, peningkatan kesehatan ibu anak penurunan angka kematian ibu dan anak, Jaminan Kesehatan Nasional, Penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Peningkatan Sistem Kesehatan Nasional, serta penguatan jejaring laboratorium.

”Saya berharap betul apa yang sudah dihimbau pemerintah dapat dipanuhi masyarakat dan menjadi penangkal covid-19 yang ampuh,” ujarnya.

Senada dengan Sekjen Kemenkes, Sekertaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi mengamini potensi besar wisata medis yang dimiliki Provinsi NTB. Miq Gita sapaan akrabnya mengungkapkan NTB adalah destinasi wisata ungulan nasional kelas dunia yang mana potensinya ada di dasar laut hingga ke puncak gunung.

Baca Juga :  Penyegaran Pejabat Baru, Sekda NTB Harap Penanganan Covid-19 Tetap Optimal

Potensi wisata medis yang dimiliki NTB disebutkan Gita menjadi setali tiga uang dengan keharusan memiliki sarana dan prasarana serta SDM medis yang memadai. Karena dengan memiliki destinasi wisata yang beragam dan beresiko, seperti menyelam, mendaki, berselancar, moto-GP dan di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini, tentu dibutuhkan dukungan medis yang mumpuni untuk melindungi wisatawan yang datang. Sehingga Sekda NTB juga meminta dukungan Kementrian Kesehatan untuk memperkuat sarana dan prasarana serta SDM medis yang mumpuni di NTB. Dan untuk meningkatkan kualitas wisata medis yang dimilikinya.

”Ini membutuhkan sarana prasaran dan SDM handal karena menyangkut citra daerah kita di mata dunia,” tegas Miq Gita.

Dalam kunjungan Sekjen Kemenkes tersebut juga dilakukan serah terima secara simbolis bantuan berupa obat dan perbekalan kesehatan kepada RSUD Provinsi NTB. Sebelum melakukan arahan, Sekjen Kemenkes melakukan kunjungan terlebih dahulu ke Rumah Sakit Rujukan Virus Corona/Covid-19.(red)

Berita Terkait

Tawarkan Pengalaman Unik bagi Penonton,  ITDC Hadirkan Camping Ground Pertama di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Rumah Adat Sade Terbakar, Kodim 1620/Loteng Turun Langsung Bantu Warga kebakaran
Kapolresta Loteng Dampingi Kapolda NTB Tinjau Langsung Kebakaran Dusun Sade di Pujut
MGPA dan Gekrafs NTB Perkuat Kolaborasi Official Merchandise MotoGP 2026, Dorong UMKM Lokal Mendunia
Diskominfo Lombok Tengah Perkuat Sinergi dengan BSSN dalam Pengamanan Ruang Siber
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Meriah dan Penuh Keakraban, Kecamatan Pringgarata Gelar Gala Dinner Pembubaran Panitia dan Pelepasan Anggota Paskibraka HUT RI ke-81
Pemkab Lombok Tengah Targetkan Kemiskinan Turun Jadi 10,30 Persen pada 2026

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:18 WIB

Tawarkan Pengalaman Unik bagi Penonton,  ITDC Hadirkan Camping Ground Pertama di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Rumah Adat Sade Terbakar, Kodim 1620/Loteng Turun Langsung Bantu Warga kebakaran

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Kapolresta Loteng Dampingi Kapolda NTB Tinjau Langsung Kebakaran Dusun Sade di Pujut

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:57 WIB

MGPA dan Gekrafs NTB Perkuat Kolaborasi Official Merchandise MotoGP 2026, Dorong UMKM Lokal Mendunia

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:44 WIB

Diskominfo Lombok Tengah Perkuat Sinergi dengan BSSN dalam Pengamanan Ruang Siber

Berita Terbaru