Program 1000 Cendikia NTB, Potensi Solusi Masa Depan

- Jurnalis

Minggu, 7 Februari 2021 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram – Sebagai duta daerah NTB, tanggung jawab mahasiswa penerima beasiswa S2 luar negeri melalui program 1000 Cendekia, NTB Sehat dan Cerdas, NTB Gemilang tak sebatas keilmuan namun harus bisa memberikan solusi pembangunan masa depan.

“Selain belajar, awardee juga harus mencari peluang apa saja yang bisa menjadi solusi pembangunan daerah dengan mengembangkan jaringan. Misalnya investasi dan lainnya”, ujar Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., pada kegiatan Pre-Departing Training Awardee Beasiswa NTB 2021 S2 Tujuan Malaysia, di Rumah Bahasa, Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Minggu (07/02/2021).

Dikatakan Miq Gita, mahasiswa awardee juga harus mempertanggungjawabkan dana beasiswa yang telah diberikan. Terlebih, secara individu, Sekda meyakini para awardee mempunyai wawasan lebih luas tentang bagaimana mengembangkan diri diluar tugas belajar. Misalnya mencari tahu tentang bagaimana masyarakat Malaysia menghadapi MotoGP Sepang atau potensi investasi untuk membantu kembali NTB diberbagai bidang.

” Awardee harus bisa mengalahkan popularitas TKI dan TKW yang sudah terbukti berkontribusi besar bagi daerah melalui devisa”, ucap Sekda.

Disisi lain, Sekda juga mengingatkan terlebih dimasa pandemi, strategi kolaborasi, inovasi dan adaptasi harus ditingkatkan. Dampak yang multidimensi dan berpengaruh mulai dari skala negara sampai rumahtangga harus disikapi dengan tiga hal tersebut.

Baca Juga :  Lalu Wirakse Resmi Dilantik Menjadi Anggota DPRD Lombok Tengah

Pemerintah daerah yang juga melakukan refocusing anggaran termasuk program beasiswa, tidak menurunkan kualitas penyelenggaraan maupun hasil, namun justru menyesuaikan diri dengan semangat membantu daerah dimasa depan.

Pemerintah daerah juga menyadari pertaruhan reputasi dan tanggungjawab jika ada mahasiswa yang terlantar namun mahasiswa juga harus mempunyai pemahaman dan memanfaatkan peluang belajar di luar negeri dengan baik.

Oleh karena itu, program Pre- Departing Training Awardee Beasiswa S2 Malaysia yang digelar sejak 1 sampai 7 Februari ini menekankan capacity building membangun koneksi dan menemukan peluang selain bekal pengetahuan standar tentang beasiswa dan kampus tujuan.

Sementara itu, Sri Hastuti, Sekretaris LPP NTB mengatakan, 89 awardee beasiswa Malaysia ini akan berkuliah selama dua tahun dienam universitas dan rencana diberangkatkan awal Maret depan.

Fakultas yang dipilih pun sangat variatif mulai dari science sampai construction. Adapun peluang bisnis, pihak LPP memasukkan kelas bisnis, leadership, ekonomi dan keuangan dalam pelatihan pra keberangkatan dengan harapan awardee memiliki bekal lain diluar tujuan akademis.

Ditambahkannya, sebaran alumni digelombang pertama tujuan Malaysia sebanyak 145 orang pada 2019 lalu juga telah menunjukkan hasil yang baik.

Baca Juga :  DPP PSI Setujui Dimas Pimpin Sumbawa Dan Daink Lombok Tengah

“Jadi beasiswa tujuan Malaysia ini juga semacam movement bahwa Indonesia khususnya NTB tidak hanya diketahui kiprahnya di dunia tenaga kerja. Secara keilmuan juga diharapkan mampu menciptakan masa depan yang lebih baik bagi NTB”, jelas Sri.

Demikian juga diakui Kepala LPP NTB, Irwan Rahadi, sesungguhnya kebijakan mengirim warga NTB belajar ke luar negeri tidak populis karena manfaatnya akan dirasakan tiga atau empat tahun kedepan. Mulai dari pendanaan hingga profil mahasiswa/pelajar yang dikirim membuat LPP sangat berhati hati. Namun demikian target 1000 cendekia yang saat ini telah mencapai 400 orang alumni dapat terus didukung oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

Karo Kesra Setprov NTB, Mashuri, yang hadir pada kesempatan tersebut juga menjelaskan, program beasiswa dan 1000 cendekia berjalan sesuai rencana. Tahun ini anggarannya sebesar 88 miliar, dimana 55 miliarnya untuk sektor pendidikan secara keseluruhan.

Ia berharap, pendanaan beasiswa diperluas tidak hanya bergantung kepada pemerintah namun dari kerjasama berbagai pihak.

“Harapannya, bisa terus berjalan tanpa ada kendala”, tutup Mashuri.(red)

Berita Terkait

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme
Kepala BPJPH Babe Haikal Dijadwalkan Resmikan Ruang Kelas Baru di SD 2 Singgar Penjalin
Pemkab Lombok Tengah Raih Opini WTP Ke-14 Secara Berturut-turut
Investasi KEK Mandalika Tembus Rp6 Triliun, Serap 26 Ribu Tenaga Kerja
Golo Mori Sunset Run 2026 Siap Digelar, Tiket Mulai Dipasarkan
Kunjungan Wisata KEK Mandalika Melonjak, Tembus 285 Ribu Pengunjung hingga April 2026
ITDC Raih Penghargaan Tertinggi “Sapphire” pada Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026
Muhammad Najib Daud Muhsin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Lombok Tengah Lewat Mekanisme PAW

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 21:19 WIB

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme

Senin, 1 Juni 2026 - 20:20 WIB

Kepala BPJPH Babe Haikal Dijadwalkan Resmikan Ruang Kelas Baru di SD 2 Singgar Penjalin

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:21 WIB

Pemkab Lombok Tengah Raih Opini WTP Ke-14 Secara Berturut-turut

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:34 WIB

Investasi KEK Mandalika Tembus Rp6 Triliun, Serap 26 Ribu Tenaga Kerja

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:37 WIB

Golo Mori Sunset Run 2026 Siap Digelar, Tiket Mulai Dipasarkan

Berita Terbaru